Ditangkap di Bali, Bos Kartel Australia Sempat Ganti Identitas

6 hours ago 1

Denpasar -

Pelarian bos kartel narkoba asal Australia, Angelo Pandeli, berakhir di Bali. Pentolan geng motor terlarang 'Hells Angels' ini memalsukan identitas dalam dokumen perjalanan saat hendak lepas landas menggunakan private jet di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Angelo Pandeli merupakan tokoh tindak pidana terorganisir lintas negara yang sangat berpengaruh dan anggota penting dari geng motor terlarang 'Hells Angels' di Australia. Angelo Pandeli diyakini bertanggung jawab atas sejumlah besar impor komersial narkotika yang dikendalikan perbatasan yang terjadi di masa lalu maupun yang masih berlangsung ke Australia.

Angelo Pandeli terakhir terlihat pada 9 Oktober 2025 di Manly, Australia, dengan tindakan yang konsisten untuk menghindari penegak hukum. AFP meyakini Angelo Pandeli sedang berusaha keluar dari Australia secara diam-diam menuju Kamboja atau Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi menunjukkan bahwa Angelo Pandeli mungkin memiliki paspor Venezuela atau St Kitts dan Nevis yang diperoleh secara curang. AFP juga meyakini Angelo Pandeli paling mungkin akan mencoba melarikan diri dari Australia melalui jalur laut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso yang membenarkan penangkapan Angelo Pandeli ini mengungkapkan yang bersangkutan memalsukan identitasnya untuk menghindari pengejaran aparat. Diketahui, Angelo Pandeli merupakan buronan Interpol dengan Blue Notice.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan keimigrasian, ditemukan bahwa George Anderson Mota Correia diduga menggunakan dokumen perjalanan yang bukan miliknya. Hasil pendalaman lebih lanjut mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, warga negara Australia pemegang paspor Venezuela (diduga palsu)," kata Brigjen Eko Hadi saat dimintai konfirmasi, Kamis (11/6/2026).

Sebagai informasi, Blue Notice Interpol adalah peringatan internasional yang diterbitkan untuk mengumpulkan informasi tambahan mengenai identitas, lokasi, atau aktivitas seseorang yang berkaitan dengan penyelidikan kriminal. Berbeda dengan Red Notice yang bertujuan untuk penangkapan atau ekstradisi, Blue Notice berfungsi sebagai alat pencarian informasi atau intelijen.

Angelo Pandeli terdeteksi HIT Interpol dengan Blue Notice, ketika hendak melakukan perjalanan dari Bali ke Mozambik dengan penerbangan pesawat privat CAPA Jet bernomor penerbangan N017CJ melalui Terminal Selatan VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (6/6).

Atas temuan tersebut, Seksi Pemeriksaan II mengambil tindakan penundaan keberangkatan, melakukan koordinasi dengan Bidang Inteldakim dan Bareskrim Polri, serta melaksanakan penyerahan dokumen perjalanan melalui berita acara serah terima (BAST) guna mendukung proses penyelidikan dan penegakan hukum lebih lanjut. Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri kemudian mengirimkan tim dipimpin oleh Kasubdit 4 Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen, Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury, Kanit III Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Drago, dan Kanit V Subdit 4 Dittipidnarkoba Kompol Tohar untuk menangkap yang bersangkutan.

"Saat ini kami bersama Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali melakukan koordinasi dengan Australian Federal Police (AFP) untuk melakukan deportasi terhadap Angelo Pandeli ke Australia," katanya.

(mea/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |