Kronologi Dirut Perusahaan IT Dianiaya di Menteng, Pelaku Pura-pura Dirampok

2 hours ago 1

Jakarta -

Polisi mengungkap kasus percobaan pembunuhan di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat berujung MAH, seorang Dirut perusahaan IT terluka. Pelaku, wanita berinisial T yang juga komisaris di perusahaan yang sama, berpura-pura dirampok.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada hari Selasa, 16 Juni 2026 siang. Mulanya, korban dan pelaku berada di lantai satu lokasi kejadian.

"Kemudian korban ini sedang bermain game menggunakan virtual reality. Kemudian karena tangannya pelaku ini cedera, dia mengompres tangannya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku kemudian menyiapkan portable power supply dan menyambungkannya dengan kabel. Polisi menyebut korban sempat tersengat listrik hingga terjatuh.

"Kemudian pelaku menggulung dan meminta korban untuk memegang kain tersebut. Nah kemudian karena korban memegang kain tersebut sehingga tersengat arus listrik dan terjatuh selama kurang lebih enam hingga delapan detik," jelasnya.

Korban kemudian tidak sadarkan diri usai kejadian itu. Pelaku yang panik kemudian mengambil kuali dari dapur dan memukul kepala dan punggung korban.

"Namun korban masih belum juga tidak sadarkan diri dan melarikan diri ke lantai atas sambil berteriak," sebutnya.

Pelaku kembali mengambil alat setrum. Korban sempat mencoba melarikan diri dan lari ke lantai atas. Namun, pelaku mengejarnya dan memerintahkan korban berbaring di kasur sambil membawa alat setrum dan palu.

"Sehingga korban menurut, kemudian pelaku mengambil lagi tabung nitrogen dan memerintahkan korban untuk menghirup selama kurang lebih 10 menit," tuturnya.

"Namun karena ragu dengan efektivitas metode tersebut, pelaku kemudian menjatuhkan atau memukul tabung nitrogen ke kepala korban sebanyak dua kali yang mengakibatkan luka serius dan pendarahan di bagian kepala," lanjutnya.

Pelaku kemudian turun dan mengambil pisau dapur, lu menusuk ke kepala, punggung, dan leher korban. Korban mengalami sejumlah luka akibat kejadian tersebut.

Pelaku sempat mengaku dirampok dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. Namun ternyata berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa ternyata laporan tersebut tidak benar.

"Jadi, orang yang disampaikan mencuri, berikut barang curian, maupun peristiwa pencuriannya itu, kami duga palsu. Hanya alibi untuk mengaburkan kejadian yang sesungguhnya," pungkasnya.

(rdh/wnv)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |