Salah satu kelurahan di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, memiliki nama yang unik, yaitu Gondrong. Salah satu asal-usul nama Gondrong adalah adanya kisah seorang pria di kawasan tersebut yang kerap mondar-mandir disapa oleh warga.
Kisah tersebut diungkap Ketua RT 02, RW 02 Gondrong, Hasan Basri (69), saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (4/8/2026). Hasan bercerita bahwa dahulu, sosok pria berambut gondrong ini sering disapa masyarakat saat berjalan di sekitar Kelurahan Gondrong.
"Memang kalau kita dengar rada ada aneh. Ya kalau gondrong itu kan rambut. Rambut dari orang laki-laki. Jadi Gondrong ini adalah merupakan sosok dari seorang laki-laki yang sering mondar-mandir, ngalor-ngetan, ngidul-ngulon. Jadi banyak yang menyapa, 'Pak Gondrong ini, mau ke mana Pak Gondrong ya?', 'Saya mau ke Utan Kenanga', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Udik,', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Petir', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke seberang'." ungkap Hasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RT 02, RW 02 Gondrong, Tangerang, Banten, Hasan Basri, saat ditemui di rumahnya, Selasa (4/8/2026). (Adhfar Aulia Syuhada/detikcom)
Hasan bercerita bahwa sosok pria berambut gondrong ini merupakan orang yang baik. Sosok 'Pak Gondrong' ini kemudian menjadi membekas di masyarakat Gondrong pada masa lampau.
"Betul, membekas seperti itu. Nah, Pak Gondrong itu orang, orang baik, kita tidak tahu. Pokoknya dia sering hilir mudik seperti itu. Sering hilir mudik, selalu disapa sama ya penduduk yang dia lewati kalau ketemu," katanya.
Menurut Hasan, sosok 'Pak Gondrong' ini juga menjadi nama wilayah di dalam kawasan Kelurahan Gondrong seperti Gondrong Udik dan Gondrong Seberang.
"'Mau ke seberang.' Nah jadilah Gondrong Seberang. 'Mau ke mana Pak Gondrong?' 'Mau ke Utan Kenanga.' Jadilah Gondrong Utan Kenanga. 'Mau ke mana Pak Gondrong?' Barangkali dia dari arah hilir, dari arah Utara. 'Mau ke Udik.' Berarti dia ajak Gondrong Udik," jelasnya.
Menurut Hasan, nama Gondrong sebagai kawasan sudah ada sejak era kolonial Belanda. Hasan mengaku sempat melihat peta yang dibuat pihak Belanda pada abad ke-19, di mana nama Gondrong sudah ada pada peta itu.
"Iya (dari abad ke-19), saya menurut namanya peta yang pernah saya lihat itu sudah ada. Iya, sudah ada," cerita Hasan.
Hal tersebut membuat Hasan lebih meyakini asal-usul nama Gondrong bersumber dari kisah sosok 'Pak Gondrong'. Hasan tak menepis ada asal-usul nama Kelurahan Gondrong lain, yaitu dari legenda Betawi Mat Item, yang menurutnya baru muncul setelah zaman kemerdekaan.
"Mat Item itu kan setelah merdeka. Setelah merdeka, baru datang kemari," katanya.
Saksikan Live DetikSore :
Tonton juga video "Pramono Resmikan 4 Kantor Kelurahan, Ingatkan Pelayanan Harus Gratis"
(rfs/rfs)


















































