Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Waktunya Setelah Idulfitri

5 hours ago 2

Jakarta -

Di Indonesia, ada Lebaran Ketupat beberapa hari setelah Idulfitri. Sebagai informasi, Lebaran Ketupat adalah sebuah tradisi, bukan sebagai ibadah.

Tradisi Lebaran Ketupat di beberapa wilayah juga dikenal sebagai kegiatan Syawalan. Lalu, kapan Lebaran Ketupat 2026? Berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa itu Lebaran Ketupat?

Melansir laman NU Online, Lebaran Ketupat adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan setelah hari raya Idulfitri. Tradisi ini biasanya dilakukan sebagian besar masyarakat muslim Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tepatnya seminggu setelah Idulfitri atau 1 Syawal.

Pada masyarakat Jawa, perayaan tradisi Lebaran Ketupat ini dilambangkan sebagai simbol kebersamaan. Di Klaten, Jawa Tengah misalnya, Lebaran Ketupat ini dikenal dengan sebutan kenduri ketupat.

Kapan Lebaran Ketupat 2026?

Lebaran Ketupat diselenggarakan seminggu setelah Idulfitri. Tahun ini, Lebaran Ketupat 2026 jatuh pada Sabtu, 28 Maret, tepat seminggu setelah Idulfitri 2026 pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Tradisi Lebaran Ketupat menjadi agenda tahunan sepekan setelah Idulfitri. Biasanya, ketupat yang sudah ditata dalam wadah langsung dibawa ke tempat kenduri halaman rumah warga.

Tidak hanya ketupat saja yang dibawa, ada juga sayur sambal goreng dan bubuk kedelai. Selanjutnya, ketupat ditata sedemikian rupa dan didoakan bersama-sama oleh warga sebagaimana filosofi dari ketupat itu sendiri yakni mengaku lepat atau mengaku salah kepada Allah SWT.

Sejarah Lebaran Ketupat

Sejarah Lebaran Ketupat erat kaitannya dengan salah satu Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga. Masyarakat Jawa mempercayai Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan ketupat.

Budayawan Zastrouw Al-Ngatawi mengatakan, tradisi kupatan muncul pada era Wali Songo dengan memanfaatkan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara. Tradisi ini kemudian dijadikan sarana untuk mengenalkan ajaran Islam mengenai cara bersyukur kepada Allah SWT, bersedekah, dan bersilaturahmi di hari Lebaran.

Kata "ketupat" atau "kupat" berasal dari kata bahasa Jawa "ngaku lepat" yang berarti "mengakui kesalahan". Sehingga dengan ketupat, sesama muslim diharapkan mengakui kesalahan dan saling memaafkan serta melupakan kesalahan dengan cara memakan ketupat tersebut.

Banyak makna filosofis yang dikandung dalam makanan ketupat ini. Bungkus yang dibuat dari janur kuning melambangkan penolak bala bagi orang Jawa, sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip "kiblat papat lima pancer," yang bermakna bahwa ke mana pun manusia menuju, pasti selalu kembali kepada Allah.

Sebagian masyarakat juga memaknai rumitnya anyaman bungkus ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, sedangkan warna putih ketupat ketika dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun dari kesalahan. Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah hari raya.

(kny/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |