Jakarta -
Hari ulang tahun (HUT) ke-81 RI tinggal dua hari lagi. Namun pedagang bendera dan pernak-pernik 17 Agustus di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, justru mengeluhkan sepinya pembeli tahun ini.
Salah satu pedagang, Wati, mengatakan penjualan tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun lalu. Bahkan masih ada stok bendera dagangannya dari tahun sebelumnya yang belum terjual.
"Sepi. Lebih parah, lebih sepi dari tahun kemarin. kalau sekarang masih banyak bendera yg belum keluar. Masih ada barang saya yang tahun kemarin yang belum keluar," ujar Wati saat ditemui detikcom di lapak dagangannya di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wati mengaku sudah berjualan sejak 26 Juli lalu. Namun, hingga kini baru sekitar seperempat barang dagangannya yang terjual.
Wati mengatakan tahun lalu barang dagangannya banyak terjual. Namun tahun ini, baru sekitar seperempat barang dagangannya yang terjual.
"(dagang sejak) 26 kemarin. Paling seperempatnya lah dari yang didagangin. (Tahun lalu) bisa separuhnya habis, masih bisa dapet untung dari barang yang kita ambil," jelas Wati.
Wati mengatakan tren pembelian bendera dan pernak-pernik kemerdekaan juga berubah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pembeli kini lebih banyak mencari aksesori dibandingkan bendera.
Biasanya, kata dia, dagangannya cukup ramai dibeli. Para pembeli kerap berbelanja umbul-umbul hingga bendera kecil-kecil.
"Biasanya umbul-umbul, terus (bendera) yang bentuk segitiga. Cuma belakang banyaknya asesoris, buat di pajang-pajang. Sebelum tanggal 1 tuh pada nyarinya umbul-umbul, ntar pertengahan tanggal 10 baru pada nyari aksesori gitu," ungkapnya.
Selain perubahan tren, Wati menilai sepinya pembeli di pasar juga dipengaruhi maraknya penjualan secara online. Menurutnya, warga yang datang langsung ke pasar saat ini dikarenakan ada barang yang masih kurang usai berbelanja kebutuhan lainnya secara online.
"Pokoknya kalau tahun sekarang sepi, rata-rata sekarang belinya online. Sekarang lebih banyak yang beli buat hadiah-hadiah tuh, yang perabotan. Kalau bendera paling buat yang kurang-kurang aja," kata dia.
(kuf/amw)


















































