Jakarta, CNBC Indonesia - Bayangkan sebuah jalan raya utama yang tiba-tiba tertutup hingga kendaraan berhenti total. Hal serupa bisa terjadi di tubuh kita ketika pembuluh darah yang memasok jantung mengalami penyumbatan.
Akibatnya, aliran darah dan oksigen terhenti sehingga jaringan jantung mulai terganggu. Kondisi ini dikenal sebagai serangan jantung, sebuah keadaan darurat yang memerlukan penanganan cepat.
dr. Jeffrey D. Adipranoto, dokter di Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan gejala serangan jantung sangat bervariasi dan sering kali tidak disadari sejak awal.
"Pasien dapat merasakan dada terasa berat atau tertekan, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung, disertai sesak napas, mual, dan keringat dingin. Karena gejalanya tidak selalu khas, banyak pasien datang ke rumah sakit saat kondisinya sudah lebih berat," tuturnya dikutip Rabu (11/2/2026).
Pada kasus serangan jantung, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan. Semakin cepat sumbatan pembuluh darah jantung dibuka, semakin besar peluang jaringan jantung terselamatkan.
Masa ini dikenal sebagai golden period, yaitu fase krusial di jam-jam pertama serangan jantung.
Menyikapi kondisi tersebut, dr. Jeffrey menyampaikan bahwa terapi serangan jantung disesuaikan dengan kondisi pasien serta tingkat sumbatan pembuluh darah yang terjadi.
"Penanganan serangan jantung umumnya diawali dengan pemberian obat-obatan darurat untuk menstabilkan kondisi pasien. Selanjutnya, dokter dapat melakukan tindakan kateterisasi jantung untuk membuka kembali pembuluh darah yang tersumbat. Pada beberapa kasus sumbatan berat, prosedur bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) mungkin diperlukan. Semua tindakan ini bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung secepat mungkin, sehingga kerusakan jaringan jantung dapat dibatasi dan risiko komplikasi diminimalkan," ungkap dr. Jeffrey.
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa serangan jantung adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Menanggapi gejala sejak awal tidak hanya penting untuk melindungi nyawa, tetapi juga untuk meminimalkan kerusakan jaringan jantung dan mengurangi risiko komplikasi jangka panjang.
Untuk mendukung penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, Mayapada Hospital melalui Cardiovascular Center menyediakan Cardiac Emergency 24/7 didukung tim dokter spesialis dan subspesialis yang siaga secara on-site. Penanganan darurat dapat dilakukan dengan menghubungi 150990 atau melalui tombol Emergency Call di aplikasi MyCare.
Pada kasus serangan jantung, tindakan darurat dilakukan sesuai standar internasional, termasuk Primary PCI dengan target Door-to-Balloon kurang dari 90 menit. Layanan ini terintegrasi dengan Chest Pain Unit, layanan preventif yang berperan dalam deteksi dini gangguan jantung secara cepat dan akurat, melalui kolaborasi tim multi disiplin.
Pasien dengan keluhan nyeri dada dapat menjalani skrining awal dan gratis apabila hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya gangguan jantung, sementara pasien dengan indikasi masalah jantung akan segera dirujuk untuk penanganan lanjutan.
Sejalan dengan itu, Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) menghadirkan Heart dan Vascular Center Surabaya, pusat layanan jantung terpadu yang menangani mulai dari pencegahan dan skrining, diagnosis komprehensif, hingga terapi lanjutan untuk berbagai kondisi jantung, termasuk kasus kompleks.
Layanan ini dibangun atas tiga pilar utama, yaitu Comprehensive, Advance Treatment, dan Team-Based Management untuk memberikan penanganan jantung yang menyeluruh, terkoordinasi, dan berkualitas bagi pasien.
Selama proses perawatan, pasien akan didampingi Cardiac Advisor untuk memahami setiap tahapan layanan, mendapatkan arahan ke subspesialis yang sesuai, serta memastikan koordinasi dengan tim dokter berjalan optimal. Layanan ini dilengkapi teknologi terkini, mulai dari Coronary Angiography (CAG), tindakan complex PCI, hingga Left Ventricular Assist Device (LVAD), dan mulai beroperasi pada Februari 2026 di Lantai 8 MHSB.
Informasi seputar kesehatan jantung dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles dan Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

















































