Ini Orang Indonesia Pertama yang Jadi Pilot Pesawat Tempur

2 hours ago 3

Jakarta -

Agustinus Adisutjipto merupakan orang Indonesia pertama yang berprofesi sebagai pilot pesawat tempur. Dengan kemampuannya, Adisutjipto bisa memanfaatkan pesawat peninggalan Jepang sebagai modal untuk dunia penerbangan Indonesia.

Dikutip dari laman tni-au.mil, Rabu (18/3/2026), Adisutjipto dilahirkan di Salatiga pada tanggal 4 Juli 1916. Tjip, sapaan akrabnya, adalah putra sulung di antara empat bersaudara. Tjip mempunyai berbagai macam hobi. Hobi utamanya yakni membaca buku filsafat kemiliteran. Dia juga suka bermain sepakbola dan naik gunung.

Sejak lulus dari MULO (Meer Uitgebried Lager Onderwijs /setingkat SMP), Tjip berhasrat mengikuti test penerimaan Sekolah Penerbangan di Kalijati. Ia menyatakan keinginannya kepada ayahnya, tetapi ayahnya tidak setuju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena desakan ayahnya, maka Tjip masuk AMS (Algemeene Middelbare School) bagian B di Semarang. Tjip lulus dari AMS pada tahun 1936 dengan nilai bagus. Karena jalan buntu, maka Tjip mengikuti saran ayahnya dan kuliah di Genneskundige Hooge School (Sekolah Tinggi Kedokteran) di Jakarta.

Meskipun tercatat sebagai seorang mahasiswa yang rajin mengikuti kuliah, Tjip tetap terbayang cita-citanya sebagai penerbang.

Diam-diam ia mengikuti tes penerimaan Militaire Luchtvaart Opleidings School (Sekolah Pendidikan Penerbangan Militer) di Kalijati. Ia lulus dengan hasil yang sangat memuaskan. Karena semangatnya ini, akhirnya sang ayah menyetujui cita-cita putranya.

Masa pendidikan yang seharusnya ditempuh dalam waktu 3 (tiga) tahun, dapat diselesaikannya dalam waktu 2 (dua) tahun. Bersama-sama dengan 9 (sembilan) siswa Indonesia lainnya, Tjip mencapai tingkat Vaandrig Kortverband Vlieger atau Letnan Muda calon penerbang Ikatan Pendek.

Di Kalijati, Tjip berkenalan dengan S Soerjadarma seorang perwira lulusan Akademi Militer di Breda. Pada saat itu Soerjadarma sedang mengikuti pendidikan Penerbangan Militer Angkatan Udara (Militaire Luchtrvaart). Antara Soerjadarma dan pemuda Tjip terjalin persahabatan dan berlanjut waktu bekerjasama membangun Angkatan Udara Republik Indonesia.

Memanfaatkan Pesawat Bekas Jepang

Sejak mencapai tingkatan penerbang, mulailah karier Adisutjipto sebagai penerbang yang sebenarnya. Pada tahun 1939 Tjip ditempatkan pada Skadron Pengintai, Tjip diangkat menjadi Ajudan Kapitein (Kolonel) Clason, pejabat Angkatan Udara KNIL di Jawa. Jabatan ini dipegangnya sampai waktu pendaratan Jepang pada tahun 1942.

Ketika revolusi meletus, Adisutjipto pindah ke Yogyakarta. Dengan berdasarkan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, di Yogyakarta didirikan TKR Bagian Penerbangan pada Markas Tertinggi TKR. Bagian tersebut bertugas membangun dan menyusun Penerbangan Militer, di samping menjadi perintis bagi Penerbangan Sipil.

Pabrik tidak ada, pesawat-pesawat yang ada adalah bekas pesawat-pesawat Jepang yang sudah sampai pada taraf rongsokan dan sama sekali asing. Tjip pun bisa memanfaatkan peninggalan Jepang ini.

Gugur Ditembak Pesawat Belanda

Namun, semangat perjuangan Adisutjipto harus terhenti ketika pesawat yang ditumpanginya Dakota VT-CLA dengan muatan obat-obatan bantuan dari Palang Merah Malaya ditembak jatuh oleh pesawat Belanda. Berawal ketika Pesawat Kittyhawk Belanda menembak secara bertubi-tubi ke arah pesawat Dakota VT-CLA, pesawat ini kehilanggan ketinggian dan melakukan pendaratan darat ke arah Selatan kota Yogyakarta.

Pesawat membentur pohon, patah menjadi dua dan terbakar, hanya sebagian ekornya saja yang masih utuh. Semua awak pesawat dan penumpang meninggal dunia kecuali seorang penumpang yang kebetulan duduk di bagian ekor pesawat yang masih hidup.

Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara, Adisutjipto dianugerahi pangkat Laksamana Muda Udara (Anm) dan tempat jatuhnya pesawat didirikan tugu peringatan. Nama Pangkalan Udara Maguwo, Yogyakarta diganti menjadi Pangkalan Udara Adisutjipto berdasarkan Surat Penetapan Keputusan Kasau nomor Kep/76/48/Pen.2/KS/1952.

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |