Indonesia Diserang Mata-mata Asing, 37 Negara Jadi Korban

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok mata-mata siber yang diduga berafiliasi dengan negara di Asia dilaporkan menyerang sistem komputer milik pemerintah dan infrastruktur penting di lebih dari 37 negara, termasuk Indonesia.

Serangan tersebut diungkap oleh perusahaan keamanan siber Palo Alto Networks yang menemukan bahwa para peretas menyusup ke jaringan setidaknya 70 organisasi di berbagai negara.

Namun, perusahaan yang berbasis di Santa Clara, California ini menolak untuk mengidentifikasi negara asal para peretas.

Menurut laporan Bloomberg, targetnya mencakup lima lembaga penegak hukum dan pengendalian perbatasan tingkat nasional, tiga kementerian keuangan, parlemen di satu negara, serta seorang pejabat tinggi terpilih di negara lain.

Operasi spionase ini disebut berlangsung selama setahun terakhir dengan skala yang sangat luas. Para peretas memanfaatkan akses tersebut untuk memata-matai email, transaksi keuangan, serta komunikasi yang berkaitan dengan operasi militer dan kepolisian.

Mereka juga mengumpulkan informasi sensitif terkait isu diplomatik dan mampu bersembunyi di dalam sistem korban selama berbulan-bulan tanpa terdeteksi.

"Mereka menggunakan email palsu yang sangat terarah dan disesuaikan, serta celah keamanan yang sudah diketahui namun belum ditambal, untuk mendapatkan akses ke jaringan tersebut," kata Pete Renals, Direktur Program Keamanan Nasional Unit 42 Palo Alto Networks.

Penelitian tersebut juga menyebut kampanye ini menargetkan berbagai lembaga pemerintah di sejumlah negara, termasuk Republik Ceko, Brasil, Jerman, Italia, Malaysia, Mongolia, dan Indonesia.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |