Amran Tetapkan NTB Tulang Punggung Jagung-Bawang Putih RI

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pilar utama pengembangan jagung dan bawang putih nasional. Sekaligus, basis pengembangan industri pakan ternak, dalam rangka mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan periode 2026-2030.

Penetapan itu, jelasnya, berdasarkan besarnya potensi lahan, keunggulanagroklimat, dan kesiapan NTB untuk masuk ke fasehilirisasi pertanian. NTN, paparnya, memiliki potensi lahan bawang putih seluas 7.750 hektare (ha) yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Yaitu, Kabupaten Lombok Timur yang tercatat memiliki potensi terbesar sekitar 2.500 ha, disusul Lombok Utara 2.000 ha, Bima 1.500 ha, Sumbawa 1.000 ha, serta Lombok Tengah sekitar 750 ha.

"Peta potensi ini menjadi dasar penetapan target tanam, target produksi, serta intervensi kebijakan pemerintah pusat menuju swasembada bawang putih nasional," kata Amran dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Dalam arahannya, Amran mengatakan, bawang putih merupakan komoditas strategis nasional yang harus dikelola secara serius dan terukur, sejalan dengan agenda pengurangan impor dan penguatan produksi dalam negeri.

"Bawang putih ini sektor pertanian yang sangat baik. Kalau dikelola serius, produksinya bisa ditingkatkan. Jangan puas dengan hasil rendah, kita harus berani naikkan produktivitas," ujarnya.

Jagung Tulang Punggung Pertanian NTB

Selain bawang putih, Amran menekankan, jagung tetap menjadi tulang punggung pertanian NTB yang harus dikawal pengembangannya secara konsisten. Untuk memperkuat nilai tambah dan kepastian pasar, pemerintah merencanakan investasi pembangunan pabrik pakan ternak di NTB sebagai bagian dari strategi hilirisasi jagung.

Pabrik pakan ternak tersebut diproyeksikan menjadi penyerap utama hasil panen jagung petani, menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, serta mendukung pengembangan subsektor peternakan secara terintegrasi. Dengan kehadiran industri pakan di dalam wilayah, rantai pasok jagung hingga peternakan di NTB diharapkan semakin efisien dan berkelanjutan.

"Tolong kawal baik-baik jagung di sini, juga bawang putih. Ini masa depan NTB," ujar Amran.

Di hadapan Gubernur NTB dan para kepala daerah, Amran menekankan, pembangunan pertanian harus meninggalkan warisan nyata bagi daerah dan masyarakat.

"Hidup sekali, kita akan dikubur nantinya. Manusia meninggalkan nama baik, meninggalkan legacy," pungkasnya.

Dengan potensi lahan yang besar, dukungan kebijakan nasional, serta dorongan hilirisasi melalui industri pakan ternak, NTB diproyeksikan menjadi sentra jagung, bawang putih, dan agroindustri nasional, sekaligus penopang utama swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan.

"Penetapan NTB sebagai wilayah strategis harus dijawab dengan kerja nyata dan percepatan di lapangan, bukan berhenti pada perencanaan administratif," tegasnya saat meninjau gudang bibit bawang putih dan dialog bersama petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran pemerintah daerah ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Kata dia, keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh etos kerja, disiplin, dan keberanian bertindak, terutama di level pendampingan petani. Untuk itu, PPL diminta hadir di lapangan dan menjadi motor penggerak produktivitas.

"Yang paling sulit dalam hidup adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB ini bisa sejahtera kalau lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, PPL dibangunkan," tukasnya. 

"PPL jangan pernah kena sinar matahari di rumah. Bangunkan lahan tidur di NTB. PPL harus bersama lahan. Insyaallah NTB ini sejahtera," ucap Amran. 

Amran mengatakan, penegasan peran strategis NTB tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional dalam tiga tahun ke depan. Apalagi, imbuh dia, Presiden Prabowo juga menegaskan, Indonesia telah memasuki fase penting menuju kemandirian pangan secara menyeluruh.

"Sebagai bentuk komitmen negara dalam mendukung swasembada pangan 2026-2030, Kementerian Pertanian memastikan intervensi penuh, mulai dari penyediaan benih hingga pendampingan teknis di lapangan.

"Benih dibantu sepenuhnya, gratis. Seluruh biayanya ditanggung kementerian. Negara ini kalau mau maju, cukup katakan siap, lalu bekerja," kata Amran.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran dalam kunjungannya ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026). (Dok. Kementan)Foto: Menteri Pertanian (Mentan), Amran dalam kunjungannya ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026). (Dok. Kementan)
Menteri Pertanian (Mentan), Amran dalam kunjungannya ke Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Senin (9/2/2026). (Dok. Kementan)

(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |