Harga BBM Bersubsidi Tak Naik, Fadli Zon: Keberpihakan Prabowo ke Rakyat

6 hours ago 2
Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menjelaskan alasan Presiden Prbaowo Subianto tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski krisis energi imbas perang di Asia Barat. Dia menegaskan Prabowo berpihak kepada rakyat.

Fadli menyampaikan hal itu di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Dia awalnya menyampaikan pemerintahan Prabowo-Gibran terus beradaptasi menghadapi situasi global yang tak menentu.

"Kita sekarang dihadapkan juga dengan berbagai tantangan-tantangan yang makin besar menurut saya. Terutama terkait dengan pangan, terkait dengan energi dan juga kebijakan-kebijakan yang tentu akan berpengaruh oleh situasi dan kondisi global," kata Fadli Zon kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fadli mengatakan salah satu langkah yang diambil Prabowo ialah mempertahankan harga BBM bersubsidi. Menurutnya, langkah itu diambil Prabowo karena tak mau menyulitkan rakyat.

"Langkah pemerintah misalnya untuk sekarang ini tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi saya kira adalah langkah yang sangat tepat. Karena ini akan menjaga inflasi, menjaga juga kenaikan harga-harga lain dampaknya itu, yang tentu akan menyulitkan rakyat. Dan ini menurut saya adalah keberpihakan dari Bapak Presiden Prabowo terhadap rakyat begitu," ucapnya.

Fadli mengatakan Prabowo mengedepankan ekonomi kerakyatan. Dia mengatakan harga BBM akan naik jika pemerintah menganut kapitalisme.

"Nah di Indonesia, komitmen pemerintah untuk tetap menjaga harga BBM bersubsidi adalah keberpihakan kepada rakyat itu yang menurut saya harus digarisbawahi. Jadi kalau ada yang berpendapat bahwa harga itu harus dinaikkan, itu mazhabnya pasti kapitalis. Begitu ya. Jadi itu mazhabnya kapitalis. Kita ini mazhabnya ekonomi kerakyatan," jelasnya.

"Saya mengenal Pak Prabowo sejak puluhan tahun yang lalu. Beliau itu cara berpikirnya adalah cara berpikir mazhabnya ekonomi kerakyatan sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 45," sambung dia.

Seperti diketahui, Prabowo tidak menaikkan harga BMM, khususnya yang bersubsidi, di tengah krisis energi yang terjadi imbas perang di Timur Tengah. Keputusan Prabowo itu juga diperkuat oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan siap bertahan dari kenaikan harga minyak dunia.

Menkeu Purbaya menyatakan itu saat dikonfirmasi Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun yang menanyakan apakah jika harga minyak menembus USD 80-100 per barel negara siap menahan harga BBM. Purbaya memastikan aman.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata USD 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung," ucap Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4).

"Jadi (BBM) yang bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat luar nggak usah ribut, nggak usah takut, kita sudah hitung," tambahnya.

(maa/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |