Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming pada Selasa (12/5/2026) meninjau proyek pembangunan jalur kereta Mass Rapid Transit (MRT) fase 2A yang akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Stasiun Kota. Jalur sepanjang 6 kilometer ini akan menjadi perpanjangan dari rute Lebak Bulus-Bundaran HI yang telah beroperasi sejak 2019.
Mengenakan alat pelindung diri lengkap, Wapres menyusuri terowongan bawah tanah di kedalaman 28 meter yang akan dilalui kereta MRT di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Dia didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Direktur Utama PT. MRT Jakarta Tuhiyat,
Wapres menyebut progres pembangunan jalur MRT Bundaran HI-Kota sudah mencapai 59%. Rute yang akan terdiri dari tujuh stasiun ini ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2029 mendatang.
Meski pembangunan masih membutuhkan waktu panjang, Wapres menyebut ada tambahan jalur yang segera dapat dinikmati warga Jakarta dan sekitarnya. "Di akhir tahun 2027 Bundaran HI-Monas tersambung dan sudah beroperasi ya," kata Wapres Gibran.
Dia mengapresiasi pembangunan infrastruktur transportasi tersebut, yang merupakan proyek kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. Wapres optimistis, tambahan jalur MRT ini akan semakin membuat warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, yang pada akhirnya akan berkontribusi mengurangi kemacetan di Jakaeta.
"Jika transportasi publiknya aman, nyaman, modern, terintegrasi, saya yakin semuanya akan berbondong-bondong menggunakan transportasi publik."
Foto: Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka saat meninjau site project MRT Fase 2A Harmoni-Sawahbesar di Jakarta, Selasa (12/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Dan yang paling penting sekali lagi aman dan nyaman untuk anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, dan kaum difabel," tegasnya.
Direktur Utama PT. MRT Jakarta Tuhiyat menambahkan bahwa pembangunan MRT fase 2A lebih menantang karena jalur yang lebih sempit dan padat. Karena kondisi ini, kata dia, mulai dari Harmoni, tunnel yang tadinya kanan-kiri menjadi atas-bawah (stacked tunnel).
"Oleh karena itu kedalamannya menjadi lebih dalam. Kalau biasanya 17-18 meter, ini menjadi 28 meter di bawah karena (tunnel) atas-bawah," ucap Tuhiyat.
Tantangan lainnya adalah perbedaan struktur tanah yang lebih lunak hingga keberadaan cagar budaya, sehingga pembangunan proyek ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
MRT fase 1 Lebak Bulus-Bundaran HI saat ini telah mengangkut 47 juta penumpang per tahun. Saat fase 2A yang tersambung hingga Kota selesai pada 2029 mendatang, PT. MRT memproyeksikan kapasitas penumpang yang diangkut bertambah hingga 70 juta per tahun.
(hsy/haa)
Addsource on Google


















































