Dolar Rp17.500, Purbaya Ungkap Efek Tak Terduga ke APBN

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sudah menembus level Rp 17.500/US$ belum memberikan efek terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) termasuk beban utang.

Ia mengatakan, saat menyusun APBN 2026 pada tahun lalu, pemerintah kata dia telah memasukkan asumsi kurs hingga ke level saat ini, yakni Rp 17.500/US$. Sehingga, tekanannya sudah terantisipasi dalam fiskal pemerintah tahun ini.

Meskipun dalam asumsi makro yang tertuang secara resmi dalam UU APBN 2026 ialah senilai Rp 16.500/US$, jauh di bawah kondisi rupiah saat ini.

"Jadi saat waktu kita hitung itu, kita asumsinya sudah di atas asumsi APBN rupiahnya. Jadi enggak saya umumin, tapi di atas itu, enggak jauh sama sekarang. Jadi APBN nya masih relatif aman," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2026)

Kendati demikian, Purbaya memastikan, dengan level yang ada saat ini, pemerintah akan terlibat aktif membantu BI mengelola tekanan dolar AS terhadap rupiah yang terus terjadi saat ini.

Ia mengklaim, kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan dolar di pasar obligasi atau bond.

"Tapi kita akan kendalikan nilai, kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang anggur, kita intervention bond market supaya yield-nya enggak naik terlalu tinggi," ucapPurbaya.

"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing yang enggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik, sehingga rupiah akan menguat.
Kita akan masuk mulai besok," papar Purbaya.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pagi ini pada level pelemahan sepanjang sejarah karena telah mencapai level Rp17.500/US$.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengalami pelemahan ke level Rp17.500/US$ pada pukul 9.15 WIB. Di mana pada pembukaan Rupiah dibuka di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,43% ke level Rp17.480/US$. DXY pada pembukaan juga terpantau menguat 0.21% ke posisi 98,115

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |