Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Bilang 'Orang Desa Tidak Pakai Dolar'

3 hours ago 1
Jakarta -

Juru bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong menilai pidato Presiden Prabowo Subianto soal orang desa tidak pakai dolar tidak dipahami secara utuh oleh publik. Bahtra menjelaskan pernyataan Prabowo ditujukan agar masyarakat tidak panik dengan kondisi rupiah yang lemah terhadap dolar.

"Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair. Kalau didengar utuh, Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak usah panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat," kata Bahtra dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Bahtra menjelaskan Prabowo memahami betul dinamika ekonomi global, termasuk dampak perang dagang, ketidakpastian geopolitik, serta tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang. Namun, kata dia, Prabowo memiliki tanggung jawab untuk menjaga psikologi publik dan membangun optimisme nasional.

"Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana yakni jangan mudah panik, jangan mudah merasa Indonesia akan colaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar," tegas dia.

Lebih lanjut, Bahtra menilai pernyataan 'orang desa tidak pakai dolar' merupakan cara komunikasi sederhana Prabowo untuk menggambarkan bahwa ekonomi di tingkat bawah tetap bergerak dan bertahan karena ditopang sektor riil domestik.

"Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi dalam negeri," imbuh Bahtra.

Bahtra menegaskan pemerintahan Prabowo saat ini sedang menjalankan agenda besar kemandirian ekonomi nasional, di antaranya melalui program hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih, industrialisasi nasional, serta peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

"Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional. Banyak program prioritas pemerintah yang basisnya kekuatan domestik, bukan ketergantungan terhadap dolar," lanjutnya.

Menurut Bahtra, narasi pesimisme yang terus dibangun oleh pihak tertentu terhadap kondisi ekonomi nasional justru berpotensi melemahkan kepercayaan publik dan psikologi pasar.

"Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik," lanjutnya.

Bahtra mengajak masyarakat untuk melihat pidato Prabowo secara utuh, objektif, dan substansial, bukan melalui potongan narasi yang menyesatkan.

"Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional," tutup Bahtra.

Prabowo sebelumnya bicara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus melemah hingga tembus Rp 17.500. Menurutnya, nilai tukar rupiah masih terkendali, mengingat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sampai saat ini masih bisa tersenyum.

"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).

Saksikan Live DetikSore :

Simak Video 'Momen Prabowo Tanya soal Dolar ke Purbaya di Bandara Halim':

(maa/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |