Geger Penembakan SMP Kanada: Pelaku Transgender Umur 18 Tahun

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Polisi Kanada mengungkap identitas pelaku penembakan massal di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di kota tambang terpencil Tumbler Ridge, British Columbia. Pelaku adalah Jesse Van Rootselaar, transgender berusia 18 tahun, yang diketahui memiliki riwayat masalah kesehatan mental.

Insiden yang terjadi Selasa (10/2/2026) itu menewaskan total sembilan orang, termasuk pelaku yang mengakhiri hidupnya sendiri. Korban terdiri dari seorang guru perempuan dan lima siswa di sekolah, serta ibu pelaku dan saudara tirinya yang dibunuh lebih dulu di rumah keluarga.

"Polisi telah beberapa kali mengunjungi kediaman keluarga tersebut selama beberapa tahun terakhir untuk menangani masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan tersangka," kata Wakil Komisaris Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) di British Columbia, Dwayne McDonald, dalam konferensi pers, Rabu (11/2/2026), seperti dikutip Reuters.

McDonald menjelaskan, Van Rootselaar lahir sebagai laki-laki dan mulai mengidentifikasi diri sebagai perempuan sekitar enam tahun lalu. Ia pernah bersekolah di sekolah yang menjadi lokasi penembakan, namun berhenti empat tahun lalu. Pelaku juga sempat beberapa kali ditangkap berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Mental provinsi untuk menjalani penilaian medis.

Menurut polisi, pelaku pertama kali menembak mati ibunya yang berusia 39 tahun dan saudara tirinya yang berusia 11 tahun di rumah. Setelah itu, ia menuju sekolah dan menembak seorang guru perempuan berusia 39 tahun serta lima siswa, terdiri dari tiga siswi berusia 12 tahun dan dua siswa laki-laki berusia 12 dan 13 tahun. Dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

"Kami percaya tersangka bertindak sendirian. Saat ini masih terlalu dini untuk berspekulasi mengenai motif," ujar McDonald, menambahkan tidak ada indikasi korban dipilih secara khusus.

Polisi menemukan satu senjata api laras panjang dan sebuah pistol yang telah dimodifikasi. Van Rootselaar diketahui pernah memiliki izin kepemilikan senjata api, namun izin tersebut telah kedaluwarsa pada 2024. McDonald juga mengungkapkan bahwa senjata dari rumah keluarga itu sempat disita sekitar dua tahun lalu, namun dikembalikan setelah pemiliknya berhasil mengajukan banding.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan duka mendalam atas tragedi tersebut dan memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang selama tujuh hari. Ia juga membatalkan agenda kunjungan luar negerinya.

"Apa yang terjadi telah membuat bangsa kita terkejut dan kita semua berduka," kata Carney dengan suara bergetar di hadapan parlemen.

Penembakan di sekolah tergolong sangat jarang terjadi di Kanada dan insiden ini disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Raja Charles, sebagai kepala negara Kanada, turut menyampaikan belasungkawa dan menyatakan dirinya "sangat terkejut dan sedih" atas tragedi itu.

Tumbler Ridge sendiri merupakan komunitas kecil berpenduduk sekitar 2.400 orang, ratusan kilometer dari kota besar terdekat. Wali Kota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka menyebut "hampir semua orang di sini saling mengenal dan kami adalah satu keluarga besar."

Penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan rangkaian peristiwa dan faktor-faktor yang melatarbelakangi penembakan massal tersebut.

(tfa/tfa)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |