Ramai-Ramai Asing Borong Saham Konglo, Siapa Paling Diburu?

2 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

12 February 2026 08:55

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiga hari terakhir menghijau, saham konglomerat pun sudah mulai diakumulasi asing.

IHSG pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (11/2/2026) mengakhiri posisi di 8,290.97. Dalam sehari menguat 1,96%, mengakumulasi tren kenaikan selama tiga hari beruntun.

Nilai transaksi kemarin tergolong ramai atau mencapai Rp 29,80 triliun, melibatkan 62,06 miliar saham dalam 3,40 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkerek naik menjadi Rp 15.094 triliun.

Mengutip Refinitiv, nyaris seluruh sektor berada di zona hijau. Infrastruktur memimpin dengan kenaikan 4,37%. Lalu diikuti energi 3,85%, barang baku 3,81%, dan konsumer non-primer 3,79%.

Sementara itu saham konglomerat kembali menjadi penggerak utama. Tiga dari empat teratas saham yang mengerek IHSG adalah emiten milik Prajogo Pangestu yakni Barito Pacific (BRPT) dengan bobot 14,34 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) 11,46 indeks poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) 11,1 indeks poin.

Dibalik akumulasi saham konglomerat yang ramai lagi, ternyata tak lepas dari pengaruh dana asing, meskipun di pasar reguler kemarin mencatatkan net sell kisaran Rp300 miliar.

Namun, yang menarik asing malah kembali memborong saham-saham konglomerat.

Kami mengumpulkan 20 teratas saham yang diakumulasi asing, 14 diantaranya merupakan saham konglo.

Deretan teratas masih didominasi dari grup Prajogo Pangestu, kemudian saham Garibaldi "Boy" Thohir, dan saham grup Bakrie yang berkongsi dengan grup Salim. Sebagaimana terlihat pada tabel berikut :

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |