Fenomena Suhu 'Bediding' di Pulau Jawa, Dieng Juara Terdingin

5 hours ago 3

Jakarta -

Belakangan, banyak warganet di media sosial mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang kerap disebut 'bediding' ini umumnya terjadi saat musim kemarau dan dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena suhu dingin tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penguatan monsun Australia. Angin musim yang membawa massa udara kering tersebut dapat mengurangi kandungan uap air dan pembentukan awan di atmosfer.

Minimnya tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara dapat turun cukup signifikan, terutama menjelang pagi hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data BMKG 10 tahun terakhir mencatat penurunan suhu mulai terasa di bulan Juli dan mencapai puncaknya pada Juli sampai Agustus. Sebagai contoh, Kabupaten Malang, suhunya bisa drop hingga di bawah 19,5 derajat Celsius, jauh lebih dingin dibandingkan Jakarta yang relatif stabil hangat," demikian kata BMKG, dikutip dari Instagram resminya, Senin (27/7/2026).

"Hal ini juga menunjukkan peran topografi dan elevasi dataran tinggi dalam mengunci hawa dingin," lanjut BMKG.

Pengamatan melalui peta Land Surface Temperature (LST) malam dari sensor MODIS pada satelit cuaca juga memperlihatkan zona bersuhu rendah yang membentang mengikuti deretan pegunungan di Pulau Jawa. Hal tersebut menunjukkan kawasan pegunungan menjadi wilayah yang paling terdampak fenomena bediding.

Senada, dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Dr Givo Alsepan memperkirakan fenomena ini berpotensi berlangsung hingga puncak musim kemarau, yakni sekitar akhir Juli hingga Agustus, bahkan di beberapa wilayah dapat berlanjut hingga awal September, bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer.

"Indonesia saat ini berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia, sedangkan Eropa, Amerika Utara, maupun sebagian Asia Timur sedang memasuki musim panas," urainya, dikutip dari laman IPB.

Daerah yang Paling Terasa

Sementara itu, BMKG mengatakan sejumlah daerah di dataran tinggi bahkan mengalami suhu yang sangat rendah, seperti Gunung Bromo dan Dieng.

"Data AWS BMKG mencatat, suhu di Bromo menyentuh angka 3,9 derajat Celsius pada tanggal 11 Juni kemarin. Tapi Dieng juaranya, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celsius," ucap BMKG.

"Saking dinginnya fenomena bediding ini, di daerah dataran tinggi seperti Gunung Bromo, air embun yang menempel di daun bisa membeku jadi kristal es, mirip hamparan salju," lanjut BMKG.

Tips Menghadapi Bediding 2026

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menjaga tubuh tetap sehat nan bugar? BMKG mengimbau 2 hal guna menghadapi bediding:

1. Memastikan asupan nutrisi dan minuman hangat tercukupi. Alhasil, imunitas tubuh terjaga.
2. Memakai pelembap untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

Nah, itulah sekilas mengenai fenomena bediding 2026. Semoga menjawab, ya!

Saksikan informasi selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Rabu (29/7/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |