Diduga Cemari Kali Bekasi, 4 Jasa Penatu di Bogor Disegel KLH

2 hours ago 2
Kota Bekasi -

Aliran Kali Bekasi di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), kembali menghitam akibat pencemaran. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel 4 usaha jasa penatu alias cuci (laundry) di Kabupaten Bogor, Jabar.

"KLH melakukan penyegelan terhadap 4 perusahaan jasa laundry (bagian dari kegiatan industri tekstil semuanya di wilayah Kabupaten Bogor) yang memiliki potensi pencemaran air," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, Kamis (20/8/2026).

Empat usaha laundry itu disegel KLH pada Selasa (18/8). Dugaan pencemaran itu terjadi di wilayah hulu Kali Bekasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari ini hingga Jumat (21/8) besok, KLH akan mengawasi lebih dalam terhadap 4 perusahaan jasa laundry tersebut. Tidak tertutup kemungkinan akan ada pihak lain yang ditindak terkait pencemaran aliran air ini.

"Hari ini tim PPKL KLH didampingi PPLH DLH Kota Bekasi dan Tim Katak turun untuk penyusuran kembali. Sedang dilakukan penelusuran kembali hari ini," kata dia.

Kiswatiningsih mengatakan penanganan atas tercemarnya Kali Bekasi dilakukan pemerintah pusat melalui KLH dan pemerintah daerah melalui DLH.

"Saat ini penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan oleh KLH melibatkan DLH Kab Bogor, DLH Kota Bekasi, DLH Prov Jabar," katanya.

Dia mengatakan Tim Pengawas KLH melakukan pengumpulan data dan informasi (puldasi) pada Rabu-Sabtu (12-15/8) lalu. Tim juga mengambil sampel air limbah pada upstream dan downstream Sungai Cileungsi serta outfall 4 perusahaan.

Sebelumnya diberitakan, video air Kali Bekasi berwarna hitam mirip oli bekas viral di medsos. Pemkot Bekasi mengambil sampel air untuk memastikan kondisi kualitas air.

Pemkot Bekasi melalui situs resminya, Rabu (5/8), melaporkan hasil pemantauan lapangan menunjukkan kondisi fisik air pada titik pemantauan di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berwarna hitam dan mengeluarkan bau menyengat. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penurunan kualitas air yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil pengujian UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi menunjukkan sejumlah parameter kualitas air permukaan telah melampaui baku mutu lingkungan. Parameter tersebut meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.

Saksikan Live DetikSore:

(jbr/mei)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |