Dua insiden orang tertemper kereta rel listrik (KRL) terjadi di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), dan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel). Seorang pelajar dan pria lanjut usia (lansia) tutup usia akibat kecelakaan itu.
Dua peristiwa itu juga terjadi pada waktu yang relatif sama, yakni pukul 06.30 WIB. Sebagai informasi, kecelakaan tersebut terjadi di 2 lintas yang berbeda, yakni Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang.
Insiden temperan KRL di Kalideres mengakibatkan siswa SMA berinisal DK (18) tewas. Korban tertemper KRL di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper, Jakarta Barat (Jakbar).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi menyebutkan korban membonceng ayahnya saat motor yang dikendarainya tertemper. Saat itu korban hendak berangkat sekolah.
"Infonya ayah dan anak. Korban yang bonceng," kata Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).
Ayah korban terluka akibat kecelakaan itu. Namun belum diketahui detail kondisi terkini ayah korban.
"Kalau keadaan korban sekarang belum monitor. Karena ditangani unit Laka Polres," tuturnya.
Lansia di Tebet Tewas
Sementara insiden temperan KRL di Tebet mengakibatkan tewasnya seorang pria lansia yang merupakan warga sekitar. Polisi telah mengecek lokasi kecelakaan di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota, tepatnya di Jalan Kebon Baru RT 06 RW 06, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jaksel.
"Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi, Kamis (20/8).
Joko menerangkan, korban sempat berjalan di pinggir rel kereta sebelum tertemper. Kemudian, korban meninggal dunia.
"Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian, terlihat korban berjalan di sekitaran pinggir rel kereta api dan sesaat setelah melintas kereta listrik dari arah Bogor menuju Jakarta diketahui korban terserempet kereta listrik dimaksud. Atas kejadian korban meninggal dunia di lokasi dan saat ini jenazah korban dibawa ke rumah sakit," katanya.
Pramono Dorong Perkuat Pengamanan Rel
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI perlu berkoordinasi dengan PT KAI untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pramono menyebut sejumlah ruas rel di Jakarta sebenarnya telah dipasangi pagar agar warga tidak bisa menyeberang rel secara sembarangan.
"Beberapa ruas sebenarnya sudah kami bangun pagar untuk masyarakat tidak, apa, dengan bebas menyeberangi rel kereta yang ada. Saya terus terang baru mendengar ini," kata Pramono di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).
Pramono mengatakan insiden orang tertemper kereta harus menjadi perhatian bersama antara Pemprov DKI dan PT KAI. Menurut dia, diperlukan langkah untuk meningkatkan keamanan di sekitar jalur rel.
(jbr/imk)

















































