Cuaca Ekstrem Picu Lonjakan Penyakit, IDAI Minta Orang Tua Waspada

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan iklim bukan sekadar persoalan lingkungan saja, tapi juga bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan.Suhu yang semakin panas, polusi udara yang memburuk, banjir, kekeringan, hingga perubahan pola cuaca disebut berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai penyakit pada anak.

Menurut Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes, Anggota Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak merupakan kelompok paling rentan terhadap dampak perubahan iklim karena sistem kekebalan tubuh dan organ mereka masih dalam tahap perkembangan.

"Tubuh anak yang masih berkembang membuat mereka jauh lebih rentan terhadap pergeseran suhu dan cuaca ekstrem dibanding orang dewasa.

"Perubahan iklim apalagi cuaca ekstrem menyebabkan peningkatan berbagai penyakit infeksi maupun non-infeksi pada anak. Cuaca ekstrem, kualitas udara yang buruk, serta krisis air bersih menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi kesehatan anak," kata Dr. dr. Riyadi saat acara Media Briefing bertema perubahan iklim: apakah ini terkait dengan perubahan pola penyakit tropis pada anak, Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa ada beberapa penyakit utama pada anak yang melonjak tajam akibat perubahan iklim, takni gangguan pernapasan, diare dan dehidrasi berat akibat gelombang panas.

Tidak hanya itu, peningkatan suhu dan musim yang tidak menentu dapat memperluas penyebaran penyakit menular, terutama yang ditularkan melalui nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Curah hujan tinggi serta banjir juga meningkatkan risiko leptospirosis, dan penyakit kulit akibat sanitasi yang terganggu.

IDAI juga menyoroti dampak perubahan iklim terhadap status gizi anak. Kekeringan berkepanjangan dan gangguan produksi pangan dapat menyebabkan keterbatasan akses makanan bergizi. Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko meningkatkan angka malnutrisi dan gangguan tumbuh kembang.

Tips Antisipasi untuk Orang Tua

Menghadapi tantangan perubahan iklim ini, IDAI mengingatkan para orang tua untuk memperketat perlindungan mandiri di rumah:

1. Pantau Kualitas Udara & Cuaca

Gunakan aplikasi pemantau kualitas udara. Jika indeks udara sedang buruk atau suhu terlalu terik, batasi aktivitas anak di luar ruangan.

2. Jaga Hidrasi & Sanitasi

Pastikan anak minum air matang dalam jumlah cukup dan biasakan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah infeksi pencernaan.

3. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Lakukan gerakan 3M Plus di lingkungan rumah secara konsisten, mengingat pola musim hujan dan kemarau kini menjadi sulit diprediksi.

4. Lengkapi Imunisasi

Pastikan imunisasi dasar dan lanjutan anak (termasuk vaksin pneumonia/PCV dan influenza jika memungkinkan) tetap lengkap untuk memberikan perlindungan ekstra.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |