Bos PPI Nilai Jokowi Uji Kesaktian soal Siap Mati-matian untuk PSI

2 days ago 3
Jakarta -

Mantan presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) mengaku bakal mati-matian untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Usai tak lagi menjabat Presiden, apakah Jokowi masih sakti?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno mengatakan ada dua keyakinan soal Jokowi, yakni Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, ada keyakinan Jokowi tak lagi sakti karena tak lagi punya instrumen apapun setelah tak lagi menjabat.

"Ketika Jokowi siap total besarkan PSI itu semacam kesiapan uji kesaktian Jokowi setelah tak lagi presiden dan bukan PDIP. Kalau PSI lolos Jokowi pasti dibilang masih sakti, kalau tak lolos pastinya dikritik habis-habisan," ujar Adi kepada wartawan, Minggu (1/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, berhasil tidaknya pengaruh Jokowi mengangkat PSI tergantung kerja keras di lapangan. Karena politik itu tak lain adalah soal meyakinkan rakyat bawah.

"PSI punya suntikan semangat karena Jokowi akan mati-matian menangkan PSI. Tinggal uji materi apakah Jokowi masih sakti atau tidak setelah tak lagi jadi presiden dan pecah kongsi dengan PDIP. Kuncinya kerja lapangan," jelas Adi.

Jokowi yang terang-terangan berada di sisi PSI, kata Adi, ada plus minusnya. Adi merasa PSI perlu mengurangi resistensi terhadap Jokowi dan pada saat bersamaan menjual sisi positif Jokowi.

Secara umum, jelas Adi, menggaet suara pemilih sangat tergantung bagaimana pendekatan langsung ke rakyat yang di bawah, bukan hanya wacana di permukaan. "Selama ini PSI itu identik dengan pemilih kota. PR terbesarnya itu, bagaimana PSI penetrasi ke pemilih di desa yang jumlahnya sangat mayoritas," kata Adi.

Ia menjelaskan pada pemilu 2024, PSI sebenarnya sudah mulai mengkapitalisasi Jokowi. Misalnya terlihat dari atribut kampanye mereka yang memasang foto Jokowi dengan tagline 'PSI Partai Jokowi'.

"Tapi PSI sebatas itu saja mengkapitisasi Jokowi, terkesan malu-malu, efeknya PSI tak lolos ke parlemen," lanjutnya.

"Yang jelas, ini pertaruhan politik Jokowi. Kalau PSI lolos parlemen, Jokowi bakal disanjung puji dan pasti disebut masih sakti. Sebaliknya, jika PSI tak lolos parlemen, maka Jokowi bakal banyak dikritik karena sudah tak sakti lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026), mengatakan siap untuk memenangkan PSI. Jokowi mengaku akan bekerja keras dan mati-matian untuk PSI.

"Kekuatan partai politik itu terletak pada struktur yang kuat. Tapi strukturnya harus benar yang hidup, struktur yang benar-benar bisa bekerja sampai ke akar rumput. Menyentuh betul-betul masyarakat terbawah kita. Itu struktur yang ideal," kata Jokowi.

Jokowi pun menyatakan siap datang jika diperlukan. Jokowi mengaku masih sanggup datang ke berbagai tempat di Indonesia.

"Kalau diperlukan saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," tegas Jokowi.

(isa/idh)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |