Berkat ATENSI Kemensos, Sri Murni Bangkit dan Sukses Usaha Laundry

5 hours ago 2

Jakarta -

Hidup Sri Murni (50) seperti roda yang berputar. Usai ditimpa musibah kematian suaminya, ia mencoba bangkit melalui program pemberdayaan inisiasi Kementerian Sosial (Kemensos) , Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Takdirnya berkenalan dengan ATENSI dimulai saat sang suami meninggal beberapa tahun lalu. Ia pun memilih tinggal sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi agar bisa sekaligus mengikuti berbagai pelatihan keterampilan. Lantaran ia menyadari harus melanjutkan hidup secara mandiri.

"Banyak keterampilannya kayak jahit saya bisa, tapi saya fokusnya laundry," ujar sri murni, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lingkungan rusun STPL, Sri Murni mengikuti pelatihan, termasuk keterampilan laundry yang kemudian menjadi titik balik hidupnya. Sebenarnya, jauh sebelum itu ia sudah pernah membuka jasa setrika kecil-kecilan, bahkan sempat menggunakan mesin cuci bekas untuk menerima cucian dari pelanggan sekitar. Namun, usaha itu belum berkembang.

Di STPL, ia tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi juga bantuan peralatan usaha, termasuk mesin cuci dan setrika uap. Bekal inilah yang kemudian ia bawa saat memutuskan memulai hidup baru.

Tak lama setelah melalui masa sulit itu, Sri Murni kembali menemukan pendamping hidup. Ia menikah dengan seorang pria asal Lampung, yang kemudian menjadi alasan sekaligus titik awal perpindahannya ke Sumatera.

Dari Bekasi, ia merantau ke Lampung. Bekal keterampilan dan bantuan peralatan dari Kemensos menjadi modal utama Sri Murni untuk memulai merintis usaha laundry di kampung halaman suaminya.

Perjalanan awalnya tidaklah mudah. Ia memulai dari skala yang paling kecil dengan hanya mengandalkan alat yang ada dan promosi sederhana dari mulut ke mulut hingga menyebar brosur. Perlahan tapi pasti, usahanya mulai dikenal.

Kini, Sri Murni mampu menyewa sebuah kios di lokasi yang strategis, dekat pasar dan lingkungan pesantren. Pelanggannya pun terus bertambah, mulai dari warga sekitar hingga para pekerja dan penghuni kos.

"Alhamdulillah sekarang sudah bisa mencapai Rp150 ribu per hari. Semoga semakin maju, bisa buat buka cabang lagi," ujarnya.

Dalam sehari, ia bisa menerima puluhan kilogram cucian. Pendapatannya pun perlahan meningkat sehingga cukup untuk membayar sewa kios sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Usaha itu kini dijalankan bersama suaminya. Sementara itu, anak-anaknya mulai menapaki jalan masing-masing, ada yang bekerja di luar daerah serta ada pula yang tinggal bersamanya di Lampung.

"Terima kasih buat Pak Presiden Prabowo dengan dibantunya buat modal, yaitu mesin cuci. Jadi saya tambah maju," kata Sri Murni.

Lebaran tahun ini pun terasa berbeda bagi Sri Murni. Ia tidak lagi berada di rusun, melainkan di tempat usahanya sendiri, hasil dari perjuangan panjang yang ia rintis sedikit demi sedikit.

Kisah Sri Murni menjadi bukti bahwa melalui dukungan dan pemberdayaan, kesempatan untuk bangkit selalu terbuka. Pada momentum Lebaran tahun ini, dari usaha yang dia bangun sendiri, Sri Murni dapat menyambut hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan bahagia bersama keluarganya.

Di balik suara mesin cuci yang terus berputar, Sri Murni tidak hanya membersihkan pakaian, tetapi juga menyulam harapan baru untuk mandiri dan berdaya.

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |