Berawal dari Rumahan, WO di Jakbar Ini Berkembang hingga Punya Galeri

4 hours ago 4

Jakarta -

Sudah 15 tahun Eva Maryanti merintis usaha vendor jasa dekorasi pernikahan dan acara. Usahanya terus berkembang hingga kini punya 4 gudang dan juga galeri.

Eva Sinar Wedding namanya. Berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, usaha ini mulanya dibangun dari rumah. "Sudah 15 tahun, deh. Ya dari mipil-mipil, dikit-dikit, sampai sekarang berjalan," kata Eva ditemui di galerinya.

Eva bercerita awal mula membangun usahanya hingga punya galeri sekaligus rumah yang berada di Gg. Gandarusa, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, lokasi di mana detikcom mewawancarainya sore itu. Banyak makan asam garam selama belasan tahun, Eva yakin profesionalitas akan mendatangkan kepercayaan dari pelanggan hingga usahanya terus berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya kan dinikmati. Maksudnya perjalanannya dinikmati, disyukuri, semuanya menjadi, jadi apa ya... jadi motivasi. Jadi ya namanya orang usaha kan ada enak ada enggaknya, ada diomongin orang, dimarahin orang, kayak gitu. Cuman kan kita namanya jual jasa, ya harus profesional," tutur Eva.

Pahit ditelan manis dinikmati. Jika ada komplain, Eva akan menjawab dengan hasil kerja di lapangan. Eva Sinar Wedding kini mencakup jasa dekorasi gedung dan aula, dekorasi akad nikah dan lamaran, make up artist hingga katering.

"Jadi orang mau marah gimana pun kan gimana kitanya. Iya. Kalau kitanya salah ya salah aja, tapi kalau kita enggak salah dimarahin orang ya kita tunjukin dengan cara kerja, loyalitas kerjanya kayak gimana, hasilnya gimana," ujarnya mengenang suka duka perjalanan usahanya.

Berbekal promosi dari mulut ke mulut alias review konsumen yang bagus dan juga ditopang media sosial seperti Instagram, usaha Eva terus berjalan. Sebulan, Eva bisa meraup omzet ratusan juta Rupiah.

"Minimal lima event sebulan ya, minimal. Kebanyakan sih nikahan. Bisa 200 (Omzet bisa tembus Rp 200 juta), kadang-kadang, tergantung ramai apa enggaknya," katanya.

Usaha Eva Sinar Wedding di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.Usaha Eva Sinar Wedding di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Gibran Maulana

Dari Rumahan hingga Punya Galeri

Saat ini Eva Sinar Wedding punya 4 gudang yang berisikan perlengkapan terkait acara nikahan. Eva bersyukur usahanya bisa berkembang seperti ini.

"Gudang sama yang di Pasar Kembang ada juga (Rawabelong). Empat, dulu nggak punya gudang malah," kata Eva.

Dalam proses ini, Eva sempat mengambil Kredit Usaha Rakyat atau KUR BRI pada 2023. Dana ini dipakainya untuk pengembangan usaha, yakni membeli rumah yang ditempatinya untuk sekaligus dijadikan galeri.

"Buat nambahin beli rumah ini sih. Pinjamnya cuman Rp 100 juta kalau nggak salah waktu itu," kata Eva.

"Bawah galeri, rumah di atas," ujar Eva.

Eva mensyukuri usahanya yang berkembang dan sampai saat ini masih berjalan. "Tadinya di Kemanggisan, pindah ke sini Filodenrum, rumah mertua dulu. Habis itu bisa beli rumah di depan. Sekarang bisa beli ini," kata Eva sembari menunjuk galeri sekaligus rumah yang ditempati saat ini.

KUR BRI Tingkatkan Kapasitas Usaha

BRI, lewat KUR, berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran serta berkelanjutan. BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian, guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp 19,86 triliun atau setara 42,16% dari total KUR yang sudah disalurkan

BRI menegaskan penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Melalui langkah tersebut, BRI optimistis dapat terus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp 1.211 triliun," ujar Dirut BRI Hery Gunardi.

"Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah," imbuh dia.

(gbr/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |