Jakarta, CNBC Indonesia - Enam nama pria baru muncul di bekas Epstein (Epstein Files) yang dirilis Departemen kehakiman (DOJ) Amerika Serikat (AS). Ini terungkap setelah Kongres AS melakukan tinjauan, Senin waktu setempat.
Jeffrey Epstein adalah pelaku pelecehan seksual dan perdagangan wanita di bawah umur. Ia tewas bunuh diri di 2019, di penjara New York, saat menunggu persidangan resmi.
Angota Kongres AS, Thomas Massie dan Ro Khanna, dua sponsor utama RUU bipartisan yang memaksa pengungkapan berkas Epstein kepada publik, menghabiskan sekitar dua jam untuk meneliti sejumlah dokumen tersebut. Seperti yang dilaporkan oleh berbagai media, termasuk The Hill dan Axios, para anggota parlemen mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan.
Nama keenam orang tersebut telah disensor dalam versi publik DOJ. Kedua anggota Kongres itu yakin tampaknya mereka "terlibat".
Di antara keenam orang ini, satu orang digambarkan sebagai "pejabat tinggi di pemerintahan asing" sementara yang lain sebagai "tokoh terkemuka dunia" sedangkan satu lagi digambarkan sebagai "warga negara AS". Mereka juga disebut CEO pensiunan terkenal" dan seorang "Sultan".
Khanna mengatakan bahwa ketika dia dan Massie mengidentifikasi bagian yang disensor ke DOJ, ia mengatakan "mereka mengakui kesalahan mereka" dan mengungkapkan identitasnya. Namun, Khanna mengatakan bahwa sebagian besar berkas tetap disensor.
Lalu siapa saja mereka?
Enam pria yang disebutkan oleh Khanna adalah pendiri Victoria's Secret Leslie 'Les' Wexner dan CEO DP World dan seorang pengusaha miliarder Emirat, Sultan Ahmed bin Sulayem. Empat orang lainnya diidentifikasi sebagai Nicola Caputo, Salvatore Nuara, Zurab Mikeladze, dan Leonic Leonov.
Leslie 'Les' Wexner
Mengutip The Guardian, Wexner yang berusia 88 tahun, yang membangun kerajaan ritel yang mencakup Victoria's Secret, Abercrombie & Fitch, dan Bath & Body Works. Ia memiliki hubungan keuangan yang panjang dengan Epstein, yang mengelola investasinya selama bertahun-tahun.
Dalam investigasi panjang dari New York Times pada bulan November, Wexner disebut sebagai orang yang meluncurkan status keuangan Epstein dari jutawan menjadi plutokrat. Ini merujuk sistem politik di mana kekuasaan negara dikendalikan oleh kelompok elit terkaya di masyarakat.
Foto: Les Wexner (Getty Images via AFP/NICHOLAS HUNT/File Foto)
"Selain uang, nilai terbesarnya bagi Epstein adalah bahwa ia memberinya kredibilitas dan kredensial baru," tulis para reporter.
Meskipun hubungan Wexner dengan Epstein sudah diketahui publik dan namanya telah muncul dalam rilis sebelumnya, kini terungkap bahwa ia tampaknya telah dicap sebagai "kaki tangan" Epstein oleh FBI. Meskipun hingga kini, ia tidak menghadapi tuntutan pidana terkait dengan pelanggaran Epstein.
Sultan Ahmed bin Sulayem
Pengusaha yang berbasis di Dubai ini memimpin DP World, sebuah perusahaan pelabuhan dan logistik multinasional dengan operasi yang mencakup lebih dari 80 negara. Ia juga saudara laki-laki Mohammed Ben Sulayem, Kepala FIA, yang mengatur kejuaraan olahraga motor dunia termasuk Formula Satu (F1).
Dokumen yang baru-baru ini diungkapkan menunjukkan bahwa Sultan Ahmed bin Sulayem mengirim email kepada Epstein pada tahun 2015 bahwa ia bertemu seorang gadis "dua tahun lalu" yang kuliah di Universitas Amerika di Dubai. Dalam email, ia mengatakan bahwa "hubungan seks terbaik yang pernah saya alami, tubuhnya luar biasa".
"Dia bertunangan tetapi sekarang dia kembali bersama saya," katanya.
Foto: Gambar tanpa tanggal dan lokasi ini, yang dirilis oleh anggota Partai Demokrat di Komite Pengawasan DPR pada 18 Desember 2025, menunjukkan mendiang terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein (kanan) sedang memasak bersama CEO DP World, Sultan Ahmed bin Sulayem. Anggota parlemen Demokrat merilis sejumlah foto dan dokumen baru pada 18 Desember dari harta warisan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. (AFP/-)
Dalam keterangan terbarunya, anggota Kongres Massie mengatakan DOJ telah mengkonfirmasi bahwa Sulayem adalah penerima email dari Epstein yang isinya mengejutkan. Ia menulis di email "saya menyukai video penyiksaan itu".
Nicola Caputo
Seorang pria bernama Nicola Caputo adalah seorang politikus Italia yang mewakili negaranya di parlemen Eropa antara tahun 2014 dan 2019 sebelum menduduki posisi senior di administrasi regional Campania. Tetapi tidak ada bukti terverifikasi yang mengkonfirmasi bahwa individu ini disebutkan dalam dokumen yang dirilis secara resmi, dan organisasi berita terkemuka belum menguatkan adanya hubungan antara dia dan berkas-berkas tersebut.
Foto: Nicola Caputo. (Instagram/nicola_caputo)
Yang Lain
Sementara belum diketahui siapa Salvatore Nuara, Zurab Mikeladze dan Leonic Leonov. Termasuk bagaimana hubungannya dengan Epstein.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

















































