Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Cermati Risiko Pasokan

3 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga minyak mentah dunia bergerak menguat pada perdagangan Rabu pagi (11/2/2026). Pasar masih berada dalam fase menunggu arah, di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap potensi perubahan pasokan global serta dinamika geopolitik yang belum mereda.

Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 10.25 WIB, harga Brent tercatat di level US$69,29 per barel, naik dibandingkan penutupan hari sebelumnya di US$68,80 per barel.

Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$64,46 per barel, menguat dari US$63,96 per barel pada perdagangan Selasa.

Dalam sepekan terakhir, Brent bergerak di rentang US$67-69 per barel, sementara WTI bertahan di kisaran US$62-65 per barel, mencerminkan pasar yang masih berhati-hati membaca keseimbangan pasokan dan permintaan.

Perhatian pasar tertuju pada potensi bertambahnya pasokan dari kawasan Amerika Latin, seiring terbukanya kembali ruang bagi peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi minyak. Langkah tersebut dinilai dapat mendorong kenaikan produksi dalam beberapa bulan ke depan, meski realisasinya bergantung pada kesiapan infrastruktur dan investasi.

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi faktor penahan pelemahan harga. Proses diplomasi yang belum sepenuhnya stabil memicu kekhawatiran baru terkait risiko gangguan pasokan, sehingga membuat pelaku pasar enggan melepas posisi di pasar minyak terlalu agresif.

Pasar juga menanti rilis data persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Perkiraan sementara menunjukkan stok minyak berpotensi meningkat, namun penurunan pada persedia

CNBC Indonesia

(emb/emb)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |