6 Poin Pidato Trump di Sidang PBB: Iran, Nama Baru AI dan Negara Gagal

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato penting dalam Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) yang berlangsung di New York, AS, Selasa waktu setempat. Trump membahas berbagai topik, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga isu Kecerdasan Buatan (AI), serta krisis yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Ia mengawali pidatonya dengan membahas ekonomi AS, tingkat lapangan kerja dan kemiskinan, pemangkasan regulasi dan pajak, pasar saham, serta keamanan perbatasan. Trump menegaskan bahwa AS adalah pemimpin dalam hampir segala hal dan masa depannya sangat cerah.

Berikut adalah beberapa poin penting dari pidato Trump dalam Sidang Majelis Umum PBB tersebut, dikutip Rabu (23/9/2026).

1.Perang Iran

Trump menyinggung Iran langsung dalam pidato malam tersebut. Ia mengatakan sedang menimbang-nimbang apakah "akan menghancurkan Iran sepenuhnya atau terus bernegosiasi dengan negara itu".

Namun, ujar Trump, satu hal yang pasti baginya. Ini adalah "Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir".

"Akankah ada kesepakatan dengan Iran yang membuat mereka menjadi negara yang lebih hebat dari sebelumnya... atau haruskah saya mengakhiri Republik Islam itu, dan melakukannya dengan cepat tanpa memberi mereka kesempatan untuk membunuh serta menghancurkan orang-orang dan negara lain lagi?" tanya Trump kepada delegasi yang hadir di sidang ke-81 itu.

"Atau haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk selamat dan tanpa harapan akan kejayaan atau generasi masa depan?," katanya lagi.

"Namun, saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilihan umum," tambahnya lagi menyebut pemilu sela AS di bulan November, yang dilakukan untuk memilih Senat dan DPR AS, di mana partai Trump, Partai Republik, terancam dari kursi pimpinan karena merosotnya ketersetujuan ke sang presiden.

2.Sebut Nama Baru AI Jadi SI

Dalam pidato, Trump juga menyinggung Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia mengklaim bahwa AS saat ini memimpin dengan jelas dalam perlombaan, seraya menambahkan bahwa yang pertama berhasil mengembangkannya dengan tepat akan "keluar sebagai pemenang".

Ia pun menanggapi kritik dan seruan untuk mengatur AI yang muncul baru-baru ini. Ia juga menambahkan bagaimana dirinya tidak menyukai penggunaan kata "artificial (buatan)"karena kata itu membuatnya terdengar palsu.

"Itu tidak palsu, justru sebenarnya luar biasa... Tapi kita harus berhati-hati," kata Trump.

Di kesempatan itu, ia kemudian mengatakan bahwa ke depannya, semua dokumen AS mengenai AI akan diubah dengan istilah baru. Nantinya kata AI akan menjadi "Super Intelligence (Kecerdasan Super/SI)".

"Selamat datang di dunia baru kecerdasan super-SI," ujarnya.

Merujuk BBC International, menurut para ahli, SI adalah istilah yang sudah ada, namun maknanya berbeda dari apa yang dimaksudkan oleh Trump. SI merujuk pada masa depan di mana AI menjadi begitu canggih sehingga tidak lagi memerlukan campur tangan manusia sama sekali.

3.Perang Rusia-Ukraina

Di pidato semalam, Trump juga menyinggung perang Rusia dan Ukraina. Ia mengatakan bahwa AS bekerja sama erat dengan para pemimpin kedua negara untuk merundingkan cara mengakhiri perang.

"Kami akan menyelesaikannya, lebih cepat daripada yang dibayangkan orang," ujarnya.

"Sebanyak 25.000 anak muda-sebagian besar tentara-tewas setiap bulannya di kedua belah pihak. Saya melihat foto-foto medan perang itu dan saya tidak ingin melihatnya lagi," tambahnya.

"Sungguh mengerikan melihatnya," ujarnya.

Presiden AS itu juga mengatakan bahwa sejak menjabat, ia telah mengakhiri delapan perang. Termasuk menjalin persahabatan dengan para pemimpin negara-negara tersebut sebagai hasilnya.

Ia mengatakan bahwa ia menggunakan "hubungan istimewa" miliknya untuk menegosiasikan berakhirnya perang-perang ini, termasuk melalui perdagangan dan ancaman tarif.

Trump menyebut Kamboja dan Thailand, Kosovo dan Serbia, Republik Demokratik Kongo dan Rwanda, Pakistan dan India, Armenia dan Azerbaijan, serta perang di Gaza.

Meski begitu, para ahli menyatakan bahwa klaim Trump tersebut tidak sepenuhnya akurat. Karena beberapa perang, termasuk Gaza di antaranya, masih berlangsung hingga saat ini.

4.Provokasi Negara-Negara Keluar dari ICC

Trump menyerukan agar semua negara anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC) keluar dari organisasi tersebut. Ia menyebutnya sebagai "kelompok orang jahat" dan "lembaga yang tidak terkendali".

"Kami tidak akan pernah membiarkan anggota militer AS atau siapa pun untuk diselidiki atau diadili dalam sidang sandiwara oleh pengadilan anti-Amerika yang tidak memiliki yurisdiksi atas kami," tegas Trump.

"Saya menyerukan kepada semua negara anggota ICC untuk segera mengundurkan diri secara resmi dari lembaga yang bertindak sewenang-wenang ini," tambahnya.

5.Negara Gagal

Trump pun menyinggung bagaimana konflik AS dengan Kuba di bawah kepemimpinannya. Ia bahkan menyebut Kuba, negara gagal.

"Pemerintahan saya juga mengupayakan perubahan mendasar terhadap situasi di Kuba, di mana rezim komunis sedang berada di bawah tekanan hebat-tekanan terbesar yang pernah mereka alami. Itu benar-benar negara gagal," kata Trump.

"Kondisinya sedang terpuruk parah dan rezim itu akan runtuh; Marco Rubio yang menangani negosiasi dengan Kuba, kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Kami tidak akan membiarkan musuh asing mengancam Amerika tepat di depan pintu kami," tambahnya.

Pernyataan Trump ini sempat membuat para pejabat Kuba bereaksi. Mereka beramai-ramai meninggalkan ruangan (walk out) sidang PBB.

6.Kecam PBB

Trump mengecam sikap PBB. Menurutnya, lembaga itu sudah mengabaikan berbagai kekejaman yang terjadi di seluruh dunia namun selalu mengkritik AS terkait posisi Washington.

Ia menyinggung sejumlah isu seperti transgender, penganiayaan terhadap umat Kristen, dan kebijakan imigrasi. Sidang Majelis Umum PBB saat ini sedang berlangsung di negara bagian New York, AS, dan akan berlangsung dari tanggal 21 hingga 25 September 2026, dengan tema "Memulihkan kepercayaan, mengelola transformasi: PBB yang memberikan hasil bagi semua".

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |