13 Bilah Demung Gamelan Hilang di Lab Musik Unnes, Pelaku Terekam CCTV

6 hours ago 5

Semarang -

Viral 13 bilah demung gamelan milik Universitas Negeri Semarang (Unnes) hilang di siang bolong. Pelaku terekam CCTV.

Informasi itu viral usai diunggah akun Instagram @sigid_ariyanto. Sigid Ariyanto merupakan mahasiswa S2 Unnes sekaligus dalang ternama asal Rembang.

"Ketika semua fokus di auditorium acara pengukuhan Profesor di Auditorium UNNES. Sore ini ada kabar gamelan wilahan "Demung" gamelan Gambang Semarang milik UNNES hilang, menyusul ISI yogja, ISI solo, UGM," tulis akun @sigid_ariyanto, dilansir detikJateng, Selasa (21/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat dimintai konfirmasi, humas Unnes, Rahmat Petuguran, juga membenarkan adanya kasus pencurian gamelan di kampusnya. Gamelan yang hilang itu pertama kali ditemukan seorang laboran.

"Benar bahwa Unnes kehilangan 13 bilah demung yang tersimpan di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni," ungkapnya melalui pesan singkat.

Pihak kampus pun akan melaporkan kasus tersebut terhadap pihak berwajib.

Wakil Dekan II Fakultas Bahasa dan Seni Unnes, Burhanuddin, mengatakan demung itu diketahui hilang saat kampus akan menggunakannya untuk pembelajaran. Dari rekaman kamera pengawas, pencuri tampak beraksi di Gedung B7, Laboratorium Seni Musik FBS Unnes pada Jumat (17/4) siang.

"Awalnya kan ada perkuliahan, itu mahasiswa dan dosen menemukan alat-alat hilang. Alatnya enggak ada. Ada (demung) yang diambil semua, ada yang diambil sebagian, total 13 bilah yang hilang," kata Burhanuddin saat dihubungi detikJateng, Selasa (21/4/2026).

Setelah mengetahui demung yang akan digunakan untuk perkuliahan itu hilang bilahnya, dosen pengajar langsung menyampaikannya kepada Koordinator Prodi (Korprodi), hingga akhirnya dilakukan olah TKP oleh pejabat Prodi.

"Setelah kami cek di CCTV dan melihat situasi di situ, kami menduga hilangnya di hari Jumat. Itu ada orang yang diduga pelaku, masuk ke gedung B7 sekitar jam 12.20 WIB, mungkin kan orang-orang pada jumatan," jelasnya.

"Tapi di gedung gamelan yang di B8 itu belum sempat mengambil alat gamelan, karena kami cek ternyata alatnya masih lengkap," jelasnya.

Burhan menyebut, saat itu suasana perkuliahan cukup ramai orang berlalu lalang, sehingga dimungkinkan tak ada mahasiswa yang sadar keberadaan pelaku tersebut.

"Orang kan biasalah di situ kan perkuliahan kita kan tidak mengidentifikasi itu orang mana ada. Kita ya tahunya itu mahasiswa saja. Namun setelah kami cek itu bukan mahasiswa ternyata," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini dan di sini

Lihat juga Video Briptu Luhur, Polantas yang Sabar Ajari Disabilitas Main Gamelan

(idh/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |