Golkar soal Demo di Kaltim: Rudy Mas'ud Tidak Anti-dialog

3 hours ago 5

Jakarta -

Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menanggapi aksi demonstrasi dari Massa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) yang mendesak audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim. Doli mengatakan partainya selalu mengingatkan pentingnya mendengarkan aspirasi rakyat.

"Kami secara formal maupun informal sering melakukan komunikasi dan koordinasi. Pesan yang sering kami sampaikan adalah agar sebagai kepala daerah harus senantiasa dekat dan selalu mendengarkan aspirasi rakyat, jalankan pemerintahan secara baik, dengan memenuhi prinsip good governance dan clean government," kata Doli kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

"Hindari pembuatan kebijakan dan praktik-praktik pemerintahan yang di luar aturan, bangun merit system, dan jangan korupsi " sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Doli menilai penyelesaian persoalan sebaiknya ditempuh melalui dialog. Doli mengatakan setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

"Saya kira akan jauh lebih baik melalui dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan, apalagi persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat, bangsa dan negara, termasuk di daerah," kata Doli.

Dia mengaku mengenal Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, sebagai sosok yang terbuka dan tak antidialog. Sebab itu, Doli meyakini aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa, bisa disampaikan dengan cara yang baik.

"Saya mengenal Saudara Rudy dengan baik. Orangnya low profile, bergaul dan tidak anti dialog," ungkapnya.

"Saya yakin beliau bersedia bicara baik-baik dengan siapa saja, termasuk adik-adik mahasiswa, bila ada aspirasi yang ingin disampaikan. Saya menilai kericuhan belum tentu menyelesaikan persoalan. Bahkan mungkin dapat menimbulkan masalah baru," imbuh dia.

Sebelumnya, massa Aliansi Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Aksi 21 April di gedung DPRD Kaltim dan kantor Gubernur Kaltim. Aksi yang mendesak audit seluruh kebijakan Pemprov Kaltim ini diwarnai berbagai dinamika.

Gelombang massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat mulai berdatangan memadati area depan kantor DPRD Kaltim sejak Selasa (21/4/2026) pagi. Massa awalnya memulai aksi di gedung DPRD Kaltim dengan tindakan mahasiswa memanjat papan reklame besar untuk mencopot baliho bergambar Ketua dan anggota DPRD Kaltim.

Respons Gubernur Kaltim

Gubernur Rudy Mas'ud akhirnya merespons aksi itu melalui video di akun Instagram pribadinya dan Pemprov Kaltim. Rudy menyampaikan apresiasinya atas aksi yang sudah berlangsung. Ia juga meminta seluruh elemen tetap menjadi kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri yang menjaga keamanan, situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam," ujar Rudy seperti dalam video yang dilihat detikKalimantan, Rabu (22/4).

Saksikan Live DetikSore:

(amw/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |