WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan

5 days ago 4

Jakarta -

Polisi mengungkap bahwa pria Australia berinisial SDJ (56), yang diduga membunuh kedua anaknya dan mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, mengalami gangguan kecemasan. Penyakit mental itu dideritanya cukup lama dan kambuh secara berkala, tapi tidak pernah ditangani secara medis.

Hal itu berdasarkan pengakuan istri korban, TY (32), kepada polisi. Keduanya pernah cekcok pada 2022.

"Dari keterangan istri bahwa mereka pernah cekcok tahun 2022 dan suaminya ini mempunyai rasa cemas yang tinggi," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Leonardo Simatupang, dilansir detikBali, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga sempat hampir bercerai pada 2022. Namun, akibat kecemasan yang diderita suaminya, perempuan WNI itu tidak jadi bercerai dengan suaminya agar penyakit cemasnya tidak kambuh kembali. Pasalnya, kecemasan yang diderita SDJ membuatnya mengancam untuk melakukan bunuh diri.

SDJ bahkan sempat melakukan percobaan bunuh diri sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, pria kelahiran Freemantle, Australia, itu mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengikat lehernya dengan kabel setrika. Namun percobaan tersebut gagal.

"Bulan lalu istrinya menyampaikan bahwa suaminya pernah mencoba melakukan bunuh diri dengan mengunci di kamar dan mengikatkan lehernya di tali ataupun kabel setrika," tuturnya.

Karena hal itu juga, pasangan yang sudah menikah sekitar lebih dari 6 tahun ini acap kali mengalami ketidakharmonisan rumah tangga. Namun, dalam beberapa waktu sebelum kejadian itu, mereka tidak pernah terlibat cekcok.

Baca selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: 2 Penembak WN Australia di Bali Dijatuhi Hukuman 16 Tahun Bui

(eva/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |