Solo -
Guruh Aji Pangestu (27) kaget saat mengetahui namanya masuk dalam manifes penumpang KM Virgo Transport yang tenggelam di Selat Jawa. Data warga Solo itu ternyata dipakai oleh saudara kembarnya yang bernama Guntur Aji Pangestu.
"Kaget juga sih kalau datanya dipakai. Tapi ya enggak bisa dijelasin," ungkap Guruh saat ditemui di kediamannya Jebres, Solo, dilansir detikJateng, Selasa (15/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, adiknya selama ini memang bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi. Guruh mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana data tersebut bisa masuk dalam administrasi ekspedisi.
"Kalau data saya dimasukin (ke ekspedisi), mungkin data saya difoto, dipakai gitu, Enggak pernah ganti-gantian," beber Guruh.
Menurut Guruh, dirinya memiliki SIM B, sedangkan Guntur saat itu baru memiliki SIM A. Kondisi tersebut diduga menjadi alasan data miliknya digunakan oleh adiknya dalam administrasi kendaraan besar.
"Kalau yang beda SIM, si Guntur sudah punya SIM, cuma kalau untuk armada kendaraan besar dia belum sampai SIM-nya, masih A. Kalau saya sudah sampai B," ujarnya.
Sementara itu, kakak Guntur, Pandu Priambodo, mengatakan adiknya berangkat pada Kamis (10/9). Selanjutnya, dia menuju Surabaya untuk menaiki kapal menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9) malam.
Sebelum kapal mengalami musibah, Guntur masih sempat berkomunikasi dengan ibunya. Saat itu, Guntur menghubungi sang ibu ketika mendapatkan sinyal di kapal.
"Komunikasi terakhir itu sama Ibu. Itu terakhir kalau mau nyampe Banjarmasin mau dikirimin uangnya. Itu sudah dapat sinyal dia itu. Posisi Sabtu malam," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)


















































