Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai Rp 8 selama 8 hari. Setelah itu, penumpang dikenai tarif Rp 5.000.
Hal itu disampaikan Pramono seusai peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (16/9/2026). Pramono mengatakan tarif khusus tersebut merupakan bagian dari sosialisasi layanan LRT Jakarta kepada masyarakat.
"Atas arahan beliau, kami akan menggratiskan selama 8 hari mulai hari ini, dan hanya dikenakan Rp 8 selama 8 hari," kata Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah periode tersebut berakhir, tarif LRT Jakarta untuk sementara akan diberlakukan secara flat sebesar Rp 5.000.
"Setelah itu, tarif yang kita kenakan masih flat Rp 5.000," lanjutnya.
Pramono mengatakan Pemprov DKI akan mengevaluasi dan memfinalisasi besaran tarif LRT Jakarta pada Oktober mendatang. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemberlakuan tarif berbeda berdasarkan rute.
"Nantinya akan kami putuskan pada bulan Oktober berapa tarif, baik itu dari Kelapa Gading sampai Velodrome, Velodrome ke Manggarai, apakah ada perubahan atau dibikin flat, nanti akan segera kami finalkan," jelasnya.
Diketahui, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Nilai investasinya mencapai sekitar Rp 12,1 triliun.
Pramono mengatakan pembangunan LRT Jakarta akan dilanjutkan dari Manggarai menuju Dukuh Atas. Proyek tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada awal 2027.
Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan pengembangan konektivitas LRT menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta menghubungkan Velodrome dengan kawasan Halim yang menjadi titik integrasi dengan kereta cepat Whoosh.
"Kalau itu sudah terkoneksi sebenarnya LRT Jakarta di bagian tengahnya sudah terhubung dari utara, timur, selatan, kemudian sampai pusat," imbuhnya.
Tonton juga video "Momen Pramono Minta ke Prabowo Agar Danantara Bantu Perpanjang LRT"
(bel/rfs)


















































