Sorotan KemenPPA di Kasus Bocah Sukabumi Diduga Tewas Disiksa Ibu Tiri

3 hours ago 2

Jakarta -

Kasus remaja inisial NS (12) di Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga tewas akibat dianiaya ibu tiri menjadi sorotan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengaku prihatin kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi di bulan Ramadan.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya seorang anak (santri) di Sukabumi, tentu ini menjadi keprihatinan kita semua di tengah-tengah umat Islam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa seorang anak meninggal dengan dijumpai adanya lebam di tubuhnya," kata Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak Kemenpppa Indra Gunawan saat dihubungi, Senin (23/2/2026).

KemenPPPA juga menyoroti pola pengasuhan anak dalam kasus kekerasan terhadap NS. Indra menyebut keluarga seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak untuk bertumbuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keluarga tentu menjadi tempat yang diharapkan anak-anak untuk merasa aman dan nyaman sehingga bisa tumbuh secara optimal. Adanya dugaan kekerasan pada anak mengindikasikan adanya masalah dalam pengasuhan anak di dalam keluarga," jelas Indra.

Lebih lanjut, Indra mengatakan KemenPPPA akan memperkuat unit-unit layanan dalam memproses aduan terkait kekerasan terhadap anak. KemenPPPA juga akan menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai pilar perlindungan anak.

"Peran masyarakat dan kelompok-kelompok perlindungan anak berbasis masyarakat perlu kita perkuat kembali untuk terus melakukan edukasi di masyarakat melalui berbagai saluran yang ada di masyarakat seperti, PKK, kegiatan dan kelompok-kelompok keagamaan, RT/RW, dasawisma serta tentunya untuk bisa merespon dengan merujuk ke fasilitas layanan terdekat bila ditemukan adanya korban kekerasan pada anak," tutur Indra.

Korban NS diketahui meninggal pada Kamis (19/2). Di rumah sakit sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sempat memberikan pengakuan bahwa ia dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Sukabumi. Belum ada pihak yang ditetapkan tersangka.

(ygs/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |