Rapat Bareng Kepala BNN, Anggota DPR Ramai-ramai Soroti Whip Pink

4 hours ago 3

Jakarta -

Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Suyudi Ario. Dalam kesempatan itu, para anggota Komisi III DPR menyoroti soal fenomena tabung dinitrous oxide (N2O) atau whip pink.

Salah satunya anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, yang menyinggung whip pink yang sedang tren di kalangan remaja. Menurutnya, banyak penyalahgunaan whip pink oleh anak muda.

"Nah tabung ini kayaknya lebih ngetren Pak di kalangan remaja. Jadi yang begini-begini nih remaja juga masyaallah, whip pink ya, bermain dan semakin di daerah semakin gila Pak ya, apalagi di penjara," ucap Aboe dalam rapat tersebut di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aboe meminta ada penindakan tegas penggunaan whip pink itu karena faktor bahayanya. Dia meminta BNN tegas.

"Nah kayaknya perlu ada penindakan tegas karena sangat membahayakan. Saya ndak tau ya, saya berharap di BNN ini dalam mengambil tindakan tetapi sesuai aturan dan undang-undang, Pak, tapi ketegasan itu harus ditampilkan, Pak," sebutnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR lainnya, Abdullah, menyebut narkotika yang menyasar anak muda kini lebih beragam. Dia juga menyinggung whip pink yang ada tulisan 'Halal'-nya.

"Tapi di luar itu jenis-jenis narkoba yang masuk itu lebih kreatif dan lebih bermacam-macam caranya, apalagi di whip pink itu di tabungnya ada tulisan 'halal'," ucap Abdullah.

"Baru kebongkar ternyata whip pink memang betul buat bikin kue, gas ketawalah, tapi baru viral sekarang," tuturnya.

Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto juga menanyakan apakah bisa whip pink dimasukkan ke kategori narkotika. Dia juga membandingkannya dengan fenomena 'ngelem'.

"Ini tadi disampaikan juga ada whip pink ya sudah mulai in ini, gas N2O itu apakah sudah bisa dimasukkan ke narkotika, narkoba, atau tertentu atau disamakan isap Aibon aja seperti yang teler-teler di jalanan itu. kalau lem Aibon itu untuk kelas bawah karena murah harganya kalau whip pink untuk menengah atas karena harganya bisa naik," kata Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan penggunaan whip pink sudah mulai marak di masyarakat. Hal itu dirasa membahayakan.

"ini cukup membahayakan, jadi tren kemarin ada kasus mudah-mudahan bukan karena whip pink, tapi mulai menggejala whip pink digunakan sebagai alat untuk 'fly' supaya kehilangan sebentar dan euforia sementara," ungkapnya.

(ial/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |