Jakarta - Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal Bin Abdullah H. Amodi. Pertemuan itu membahas berbagai agenda strategis, mulai dari tindak lanjut komitmen investasi, kemudahan layanan haji dan umrah, hingga usulan bebas visa.
Dikutip keterangan Tim KSP, pertemuan digelar di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Duta Besar Faisal Bin Abdullah H. Amodi mengawali pertemuan dengan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas pelantikan Dudung sebagai Kepala KSP.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan itu ialah merealisasikan komitmen investasi Arab Saudi di Indonesia. Duta Besar Arab Saudi menyoroti komitmen investasi sebesar USD 27 miliar (sekitar Rp 437 triliun) yang disepakati saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Arab Saudi pada bulan Juli 2025.
Ditambah dengan komitmen investasi dari kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud pada Maret 2017 sebesar USD 15 miliar, total komitmen investasi Arab Saudi ke Indonesia telah mencapai lebih dari USD 40 miliar.
Pemerintah Arab Saudi berharap adanya tindak lanjut di lapangan terkait komitmen tersebut, khususnya di bidang energi terbarukan dan lingkungan.
Terkait penyelenggaraan haji, Dubes Arab Saudi memastikan bahwa keselamatan dan keamanan jamaah haji Indonesia terjamin. Saat ini, Arab Saudi telah menyelesaikan 230.000 visa untuk jamaah haji Indonesia, yang merupakan jumlah jamaah terbesar di dunia atau sekitar 10% dari total keseluruhan jamaah haji.
Dudung, yang juga pernah menjadi Amirul Hajj Indonesia pada 2025, menyampaikan bahwa permasalahan pengelolaan jamaah haji kini semakin sedikit dan tertangani dengan baik. Dudung juga menegaskan atensi serius Prabowo yang tengah memperjuangkan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Arab Saudi mengajukan permohonan kebijakan bebas visa masuk ke Indonesia bagi warga negaranya, merujuk pada kebijakan serupa yang telah diterapkan oleh beberapa negara Muslim seperti Malaysia. Selain itu, Arab Saudi juga memohon dukungan Dudung agar pertemuan lanjutan Dewan Koordinasi Tinggi Arab Saudi dapat dilangsungkan di Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral.
Sebagai tindak lanjut, KSP menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai rencana tindak lanjut kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo dan permohonan bebas visa tersebut. KSP juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk mengawal pelaksanaan ibadah haji, serta merancang pertemuan lanjutan dengan Kedutaan Besar Arab Saudi.
Sebagai bentuk penghormatan dan eratnya hubungan kekeluargaan, Pemerintah Arab Saudi turut menyampaikan undangan resmi kepada Prabowo serta Dudung dan istri untuk menjadi Tamu Raja pada musim haji tahun 2027, yang disambut dengan ucapan terima kasih oleh Dudung.
Turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi Essam Bobsaid, Ahmad Jamaluddin, Ali Hasan Al-Bahar, dan Mohsein Saleh Badegel. Adapun perwakilan dari KSP yang mendampingi Dudung, antara lain Plt. Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Heru Kreshna Reza, serta Tenaga Ahli Utama Kedeputian I Ahmad Fuad Fanani.
(fca/whn)

















































