Rano Karno soal Kecelakaan Kereta: Saya Perintahkan Jakarta Bantu Bekasi

1 week ago 5
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan dukacita atas peristiwa kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Rano mengaku sudah memerintahkan dinas terkait untuk membantu Bekasi untuk proses evakuasi kecelakaan tersebut.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, teman-teman sekalian. Tadi semalam saya melihat di televisi kejadian di Bekasi, dan dari langsung malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insyaallah turun BPBD kita turun ke Bekasi, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan juga sebagian teman-teman dari Damkar juga turun ke Bekasi," kata Rano Karno usai melayat di kediaman rumah korban, Nuryati, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Rano mengatakan empat korban meninggal dalam kecelakaan itu merupakan warga Jakarta. Salah satunya yakni seorang guru yang tinggal di Cikarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah, artinya ini menjadi juga bagian tanggung jawab, karena berdasarkan informasi dari 14 korban, 4 orang itu warga Jakarta. Walaupun yang satu ada guru dia tinggal di Cikarang, saya nggak sempat datang ke rumah beliau tapi kepala dinas sedang menuju ke sana," ujarnya.

Rano mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dia menuturkan Pramono setuju untuk Jakarta membantu Bekasi dalam proses evakuasi kecelakaan kereta tersebut.

"Tapi tentu saja saya juga berkirim kepada Pak Gub, Pak Gub juga setuju untuk Jakarta bisa membantu. Makanya dari semalam setelah saya melihat di televisi saya perintahkan Sekda, dan Sekda memerintahkan dinas terkait, dari tadi malam BPBD kita, PMI kita juga sudah ada di Bekasi sampai hari ini," ujar Rano.

"Makanya kan ini kan ada stasiun yang tidak bisa dilalui makanya ya apa yang Jakarta bisa karena gini, terjadi kemacetan Bekasi juga Jakarta akan ada impact-nya. Ya makanya kita inilah yang dibilang aglomerasi, ini sebetulnya. Sistem transportasi, sistem apa pergerakan manusia itu kita, kita perhitungkan," tambahnya.

Sebagai informasi, korban tewas kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur bertambah menjadi 14 orang. Selain itu, ada 84 orang korban yang terluka.

"Update 08.45 WIB: 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung," kata VP Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4).

Peristiwa Kecelakaan

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, suasana di Stasiun Bekasi Timur tampak mencekam dan dipenuhi penumpang. Aksi heroik terlihat saat sesama penumpang saling bahu-membahu mengevakuasi korban di area peron.

Beberapa penumpang tampak tergeletak lemas dan terduduk di peron dalam kondisi syok usai benturan keras terjadi. Sejumlah orang juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan berusaha melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

Kondisi rangkaian KRL yang tertabrak masih tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong sudah dalam keadaan padam total.

Dalam potongan video lainnya, terlihat kerusakan parah pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line yang ringsek setelah dihantam KA Jarak Jauh. Di dalam gerbong yang gelap gulita, kepanikan pecah saat sejumlah penumpang masih terjebak di dalamnya.

Suara teriakan histeris penumpang terdengar jelas dalam kegelapan gerbong, sementara beberapa orang lainnya berupaya mencari jalan keluar di tengah kondisi kereta yang mati lampu.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video 'Karyawan TV Swasta Belum Ditemukan Pasca-Kecelakaan Kereta di Bekasi':

(mib/yld)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |