Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) meminta PSI untuk mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar 2 periode. Ragam komentar pun mewarnai arahan Jokowi ke PSI ini.
Arahan Jokowi ini diutarakan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus. Diketahui, Bestari bertemu Jokowi di Solo Kamis (18/6) pagi.
"Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bestari mengatakan Jokowi mengingatkan untuk jaga keharmonisan dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran yang tengah berjalan. "Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi," katanya.
Sejumlah partai mengutarakan pendapatnya.
1. NasDem
Bendahara Umum (Bendum) NasDem Ahmad Sahroni merespons arahan Jokowi. Sahroni mengatakan partainya saat ini fokus mendukung jalannya pemerintahan Prabowo.
"Mengawal Pak Prabowo itu wajib sampai tuntas dukung pemerintahan saat ini," kata Sahroni.
Menurutnya, Prabowo akan memiliki penilaian terhadap partai politik mana yang akan diajak bekerja sama di Pilpres 2029. Namun, dia menegaskan saat ini NasDem solid mendukung pemerintahan Prabowo.
"Urusan politik yang akan datang Pak Prabowo pasti akan menilai partai mana yang bisa diajak untuk bersama-sama membangun negeri ini makin baik dan terus hebat ke depannya," ujarnya.
Prabowo Subianto dan Jokowi makan malam bersama di Bakmi Jowo Bu Citro yang legendaris di Solo, Jawa Tengah (20/7/2025). Foto: YouTube Prabowo Subianto
"Saat ini kami dari NasDem solid dukung Presiden Prabowo berjalannya pemerintahan," sambungnya.
Lebih lanjut, Sahroni mengatakan partainya saat ini juga belum membahas Pilpres 2029. Meski begitu, dia mengatakan semua kader akan mengikuti arahan Ketum NasDem Surya Paloh.
"Belum (bahas Pilpres 2029) sama sekali, kami ikut arahan Ketua Umum Bang Surya. Tapi perintah ketum saat ini kami wajib dukung pemerintah," tuturnya.
2. Demokrat
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya belum membahas mengenai Pilpres 2029. Ia menyebut arahan itu merupakan hak Jokowi.
"Kami belum membahas (Pilpres 2029), apalagi Undang-Undang Pemilu juga belum dibahas," kata Herman kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
"Saya kira itu hak Pak Jokowi untuk menyampaikan hal itu, yang pasti kami belum membahas pilpres, dan fokus membantu pemerintahan Presiden Prabowo," sambungnya.
Demokrat, kata dia, saat ini masih fokus pada upaya menyukseskan program pemerintahan Prabowo. Termasuk, agenda besar Asta Cita.
"Kami masih fokus menyukseskan program utama dan Asta Cita Presiden Prabowo, agar berhasil dan dapat dirasakan keberhasilannya oleh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kondisi dunia dan dinamika dunia saat ini tengah dalam ketidakpastian. Sebab itu, dia menilai fokus utama yang perlu dilakukan saat ini ialah mendukung program pemerintah.
"Dengan kondisi ketidakpastian dan dinamika dunia saat ini, sangat perlu memberi perhatian khusus pada pembangunan ekonomi nasional, agar tumbuh dan memberi manfaat kepada rakyat," tuturnya.
"Kami juga masih melakukan konsolidasi internal, musyawarah daerah dan musyawarah cabang Partai Demokrat di seluruh indonesia, jadi belum membicarakan terkait Pilpres ke depan," imbuhnya.
3. PKS
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menganggap wajar bila Jokowi meminta pemerintahan Prabowo-Gibran dikawal 2 periode. Menurutnya, permintaan itu masuk akal agar ada keberlanjutan.
"Wajar Pak Jokowi minta dua periode. Alasannya masuk akal, agar ada kelanjutan. Dan dalam pikiran Pak Jokowi, dua periode agar stabil," kata Mardani kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Lanjut atau tidaknya nanti, PKS menilai hal itu tergantung pada Prabowo. PKS menyerahkan keputusan itu ke Prabowo, termasuk mengenai siapa wakilnya nanti.
"PKS melihat bahwa apakah akan berlanjut dua periode sangat tergantung Pak Prabowo. Presidennya Pak Prabowo. Beliau punya hak untuk memilih siapa yang akan dampingi pada periode berikutnya," ujarnya.
4. Golkar
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai dukungan itu mematahkan pihak-pihak yang berupaya mengadu domba antara Jokowi dan Prabowo dengan memunculkan narasi 'dua matahari'.
"Pesan yang disampaikan Pak Jokowi itu kan sebenarnya lebih pada penegasan bahwa, pertama, saat ini Presiden, yang bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, adalah Pak Prabowo. Hal itu untuk menjawab adanya anasir-anasir 'dua matahari' yang selama ini coba dikembangkan untuk mengadu domba antara Solo dan Hambalang. Jadi menurut saya, pernyataan penegasan itu bagus dan memang seharusnya begitu," ujar Doli kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Foto: Prabowo (kemeja biru) dan Jokowi (kemeja putih)-(dok. X Jokowi)
Wakil Ketua Baleg DPR ini mengatakan penegasan itu menjadi kunci bahwa seluruh pihak yang berada di pemerintahan harus fokus menyukseskan program Prabowo-Gibran sampai selesai. Ia berharap agar konsentrasi itu tak terganggu dengan interupsi agenda-agenda politik.
"Relevan dengan itu, saya kira kita harus fokus pada upaya menyukseskan seluruh agenda dan program pemerintah. Konsentrasi kita jangan diinterupsi dengan agenda politik 2029 yang masih jauh. Urusan pilpres ada saatnya nanti menjelang 2029 kita bahas. Bila seluruh program pemerintah delivered, insyaallah kita tidak akan mengalami kesulitan menghadapi pilpres," ujarnya.
Golkar, kata Doli, selalu berkomitmen mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran. Golkar juga mendorong Prabowo bersama Gibran untuk tetap maju di Pilpres 2029.
"Sikap Partai Golkar sudah jelas, kita akan berada di depan mengawal dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran, karena kami yakin dengan suksesnya pemerintahan ini, kita akan mudah melanjutkan kembali kepemimpinan Pak Prabowo untuk periode kedua, yang sudah kami putuskan pada forum Rapimnas Partai Golkar," ujarnya.
"Soal wakilnya, pada saatnya nanti akan kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo, walaupun kami berharap Pak Gibran bisa tetap bersama," lanjut Doli.
5. PKB
Ketua DPP PKB Daniel Johan mengatakan partainya memilih mendengarkan suara rakyat. Untuk saat ini, kata Daniel, partainya fokus agar program pemerintah saat ini bisa berjalan dengan baik.
"Itu keputusan dan komunikasi internal mereka, sementara PKB saat ini fokus memastikan agar program-program pemerintahan bisa berjalan dengan baik sekaligus mampu menjawab harapan dan suara rakyat yang saat ini bergema," kata Daniel Johan saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
Dia mengatakan partainya akan fokus memberi masukan konstruktif kepada Presiden Prabowo Subianto. Khususnya, kata dia, yang sesuai dengan kebutuhan rakyat.
"Dengan memberikan masukan konstruktif agar setiap program pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan rakyat," ucap dia.
Lebih lanjut ia menyebut partainya akan memperjuangkan lapangan kerja untuk masyarakat. Sekaligus, kata dia, menjaga daya beli masyarakat.
"Mampu membuka lapangan kerja, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan UMKM," ujarnya.
6. PDIP
Politikus PDIP Guntur Romli turut merespons arahan Jokowi ini. Ia mengatakan partainya belum memikirkan Pemilu 2029.
"PDI Perjuangan belum berpikir soal Pemilu 2029. Instruksi dari Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri), kami harus gerak di akar rumput, menangis dan tertawa bersama rakyat. Menjadi solusi di tangan persoalan ekonomi, politik, dan sosial di masyarakat," kata Guntur Romli saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
Guntur menekankan, bagi PDIP, politik bukan soal kekuasaan. Terlebih, kata dia, permintaan itu terlalu dini disampaikan.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto (ketiga kiri) setibanya di gedung Nusantara menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan mengikuti sidang paripurna MPR pengucapan sumpah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia masa bakti 2024-2029. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wpa. Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
"Bagi PDI Perjuangan, politik bukan soal kekuasaan, apalagi sudah bicara dini soal Pemilu 2029, tapi benar-benar perjuangan untuk rakyat," ucap dia.
7. PAN
Waketum PAN Saleh Daulay menegaskan partainya sangat loyal dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia mengatakan saat ini partainya fokus mewujudkan program-program pemerintah.
"PAN adalah anggota koalisi. Bahkan adalah anggota koalisi yang sangat loyal. Tidak pernah gentar apalagi berpikir mundur. Karena itu, PAN tetap akan bersama Prabowo-Gibran sampai akhir periode ini," kata Saleh kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).
"PAN sekarang sedang bekerja. Membantu mewujudkan Asta Cita Presiden. Kami fokus di situ. Belum berpikir lebih," sambungnya.
Meski begitu, Ketua Komisi VII DPR ini mempersilakan jika ada pihak yang ingin membahas dukungan politik untuk periode berikutnya. Menurutnya, hal tersebut dapat didiskusikan pada waktu yang tepat.
"Kalau ada yang minta lebih, silakan didiskusikan. Kalau PAN insyaallah sudah memutuskan akan tetap menjaga kebersamaan bersama Prabowo. Bagaimana format ke depan, nanti saja dibicarakan," katanya.
Menurutnya, yang dilakukan Prabowo saat ini telah sesuai. Sebab itu, dia mengajak semua elemen bangsa untuk mendukung.
"Kalaupun ada kritik, silakan disampaikan secara tertib dan teratur. Dan tentu sangat perlu memperhatikan tutur kata dan tata krama sesuai adat ketimuran yang ada di Indonesia," ujar dia.
"PAN tidak mau gaduh. PAN mau teduh. Semua harus dirangkul. Semua harus diberdayakan. Mari bekerja bersama. Wujudkan Indonesia sejahtera," imbuhnya.
Saksikan Live DetikPagi:
(isa/isa)

















































