Jakarta -
Ketua Fraksi PAN DPR RI, Putri Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan pemerintah telah menunjukkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi eskalasi konflik Iran-Amerika Serikat dan Israel. Putri mengatakan PAN akan bersama pemerintah menjaga energi nasional tetap aman.
"Pemerintah telah menunjukkan kesiapsiagaan. Tugas kita bersama adalah memastikan stabilitas tetap terjaga dan rakyat tidak terbebani. PAN berdiri bersama pemerintah untuk menjaga energi nasional tetap aman sekaligus memastikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat," kata Putri Zulkifli Hasan kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI ini juga menyampaikan pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait kondisi pasokan BBM yang aman menunjukkan pemerintah telah memiliki skenario mitigasi yang matang. Indonesia juga telah memiliki diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis sehingga jalur suplai alternatif tetap terbuka apabila terjadi gangguan distribusi global.
"Indonesia juga telah memiliki diversifikasi sumber impor energi serta kerja sama strategis, termasuk memorandum of understanding (MoU) antara Pertamina dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat, seperti Chevron dan ExxonMobil," ujarnya.
Meski demikian, Putri mengatakan tantangan utama bukan semata pada ketersediaan pasokan. Melainkan juga, katanya, pada potensi lonjakan harga minyak dunia yang kini telah menyentuh kisaran USD 80 per barel.
"Kenaikan harga ini berisiko meningkatkan tekanan terhadap APBN, terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi, serta berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak dikelola secara hati-hati," ujarnya.
Kata Putri, Fraksi PAN mendukung langkah yang ditempuh pemerintah dalam menjaga stabilitas energi dan fiskal nasional. Putri menekankan pentingnya keseimbangan antara menjaga kesehatan APBN dan melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Putri memastikan fungsi pengawasan DPR akan berjalan konstruktif dan kolaboratif. Komisi XII akan terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina untuk memastikan stok BBM nasional dalam kondisi aman, rantai pasok terkendali, serta strategi pengadaan berjalan efektif menghadapi dinamika global.
Putri juga menilai situasi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat penguatan ketahanan energi nasional melalui peningkatan lifting migas, optimalisasi sumber daya domestik, serta percepatan transisi menuju energi baru terbarukan. Dia menilai ketergantungan terhadap gejolak geopolitik global harus secara bertahap dikurangi melalui kebijakan energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
(whn/dhn)

















































