Profesi Ini Lagi Banyak Dicari Perusahaan, Gaji Tinggi Tembus Miliaran

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu kekhawatiran yang makin tinggi terhadap masa depan banyak pekerjaan manusia. Banyak laporan yang menyebut beberapa profesi manusia akan 'punah' karena digantikan tool AI yang canggih.

Saat ini, tanda-tanda tekanan terhadap kelompok pekerja makin terlihat. Mulai dari gelombang PHK yang terus berlanjut, lesunya perekrutan karyawan baru, hingga maraknya perusahaan yang berinvestasi jumbo terhadap adopsi dan pengembangan tool AI.

Namun, menurut laporan terbaru dari New York Times, ada pekerjaan yang justru marak diincar di era. Pekerjaan itu terkait dengan keamanan siber (cybersecurity).

Firma talenta eksekutif, Heidrick & Struggles menyebut dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya menerima banyak permintaan dari perusahaan untuk mencari talenta yang berpengalaman dalam merespons kebocoran keamanan dan perlindungan data.

"Peran yang tadinya diminta setiap 12 bulan, kini diminta setiap minggu," kata Austin Cowan, headhunter di Heidrick & Struggles, dikutip dari New York Times, Selasa (26/5/2026).

Seiring perubahan besar yang disebabkan AI, risiko keamanan yang terkait dengan teknologi tersebut telah memicu gelombang baru perekrutan ahli keamanan siber.

Permintaannya sangat tinggi, bahkan beberapa perusahaan pencari kerja harus menolak klien. Salah satunya dikarenakan terlalu sedikit kandidat yang memenuhi kriteria.

Lowongan pekerjaan di bidang keamanan siber pada kuartal pertama (Q1-2026) meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Glassdoor, sebuah platform pencarian kerja.

Perekrutan ahli keamanan melonjak karena pekerja teknologi makin banyak menggunakan AI untuk menghasilkan kode. Terkadang, kode-koden ini memunculkan bug dan kerentanan dalam prosesnya.

Perusahaan AI terkemuka telah memperingatkan bahwa teknologi terbaru mereka, seperti model Mythos dari Anthropic, dapat digunakan untuk menemukan dan mengeksploitasi kerentanan software. Hal itu akan mempermudah peretasan infrastruktur perusahaan.

Kegilaan perekrutan ini menunjukkan bagaimana AI juga dapat membantu menciptakan beberapa lapangan kerja, bahkan di tengah peringatan keras bahwa AI dapat menggantikan sebagian besar tenaga kerja.

"Kita akan membutuhkan orang untuk mengatasi 'kiamat bug'," kata Lea Kissner, kepala petugas keamanan informasi di LinkedIn.

"Saya rasa kita tidak akan benar-benar memahami bagaimana cara menerapkan keamanan AI secara berkelanjutan dan jangka panjang setidaknya dalam beberapa tahun ke depan," ia menambahkan.

Kissner mengatakan bahwa mereka telah menjelajahi pasar untuk merekrut engineer dengan keterampilan teknis, keterbukaan pikiran untuk mengatasi ambiguitas dan kebingungan yang menyertai revolusi AI, serta pemahaman tentang cara kerja infrastruktur perusahaan yang kompleks.

"Bursa kerja untuk pakar-pakar keamanan siber makin dicari," ujar Kissner.

'Wabah' Antrhopic

Bagi perusahaan, mencari pakar keamanan yang sangat teknis makin umum sejak Anthropic mulai melakukan pratinjau Mythos, kata Michael Piacente, mitra pengelola di Hitch Partners, sebuah firma pencarian eksekutif yang mengkhususkan diri dalam keamanan. Firmanya telah dibanjiri permintaan ini.

"Peningkatan sejak musim gugur tahun lalu telah mencapai lima, mungkin tujuh kali lipat," katanya. "Akibatnya, kami telah menolak cukup banyak pencarian," ia menuturkan.

Beberapa pakar keamanan siber sedang mempelajari AI untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Gaji Tinggi

Para pekerja yang mendapatkan wawancara untuk pekerjaan keamanan tingkat atas memiliki daya tawar yang signifikan, kata para perekrut, dan paket gaji meningkat tajam. Meski demikian, penawaran yang diberikan memang tidak setinggi para peneliti AI terkemuka, yang dapat memperoleh paket gaji hingga US$250 juta (Rp4,4 triliun)

Cowan mengatakan paket gaji US$7 juta atau US$8 juta (Rp124 miliar hingga Rp142 miliar) makin umum untuk para eksekutif keamanan.

"Patokan gaji itu akan membuat seseorang terkejut beberapa tahun yang lalu," katanya. "Ada pengakuan bahwa hanya sedikit orang yang memiliki keahlian tersebut, jadi kita harus merekrut mereka," ia menuturkan.

Demam perekrutan juga merambah ke peran tingkat menengah. Engineer keamanan meminta gaji yang lebih tinggi dan pekerjaan yang lebih menarik, kata Dr. Kissner, yang meningkatkan persaingan perekrutan.

"AI telah membuat kita lebih sibuk," kata Dr. Kissner. "Ini berlaku untuk setiap orang yang saya kenal di bidang keamanan," kata dia.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |