HP China Tidak Laku, Pedagang Smartphone Langsung Putar Otak

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Xiaomi bertaruh besar pada kecerdasan buatan (AI), dengan mengalokasikan lebih dari 60 miliar yuan atau sekitar Rp157 triliun dalam tiga tahun ke depan.

Perusahaan asal China ini menggelontorkan sumber daya besar ke model open-source agar generasi smartphone dan kendaraan listrik (EV) mereka di masa depan tidak tertinggal di pasar yang makin digerakkan AI.

Usaha besar Xiaomi ini mulai menunjukkan hasil. Model AI terbaru perusahaan, MiMo-V2.5-Pro, yang dirilis bulan lalu menempati posisi teratas dunia untuk kategori kemampuan agentic versi Artificial Analysis. Kemampuan itu mengacu pada sistem AI yang bisa menjalankan tugas kompleks secara mandiri tanpa banyak campur tangan manusia.

Capaian tersebut cukup mencuri perhatian. Sebab Xiaomi baru merilis model AI open-source sekitar satu tahun terakhir, tetapi kini sudah mulai menempel ketat pemain besar AI China seperti DeepSeek dan Moonshot AI.

Analis Canalys Hayden Hou mengatakan AI kini menjadi hal paling penting bagi perusahaan teknologi konsumen.

Menurutnya, Xiaomi memang tidak sedang berusaha menjadi perusahaan AI murni. Namun kesiapan teknologi AI akan membuat Xiaomi bisa langsung meluncurkan produk baru begitu peluang integrasi AI dan perangkat keras terbuka.

Strategi ini sejalan dengan visi CEO Xiaomi, Lei Jun, yang mendorong ekosistem "Human × Car × Home". Xiaomi ingin seluruh perangkatnya saling terkoneksi, dari ponsel hingga peralatan rumah tangga dan kendaraan.

Pendekatan itu sekaligus menandai perubahan besar Xiaomi. Selama bertahun-tahun perusahaan ini kerap dibandingkan dengan Apple. Namun kini Xiaomi justru mulai unggul di dua sektor yang membuat Apple tertinggal, yakni AI dan mobil listrik.

Saat proyek mobil Apple tak pernah terealisasi dan Apple Intelligence dinilai belum memberi dampak besar ke pasar, Xiaomi justru melesat lewat bisnis EV.

Pada awal 2024, Xiaomi merilis sedan listrik pertamanya, Xiaomi SU7. Mobil itu membawa desain premium serta integrasi software yang terhubung dengan ekosistem Xiaomi.

Salah satu fitur unggulannya adalah konektivitas dengan perangkat wearable seperti kacamata pintar untuk menampilkan navigasi tanpa harus terus melihat layar dashboard.

Hasilnya mulai terlihat. Tahun lalu Xiaomi mengirimkan lebih dari 410.000 kendaraan, termasuk SUV Xiaomi YU7. Angka itu melonjak tajam dibanding sebelumnya.

Di luar kendaraan listrik dan AI, Xiaomi juga memperkuat fondasi teknologi lewat chip buatan sendiri.

Chip XRing O1 kini dipakai di perangkat premium seperti Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra.

Xiaomi mengklaim chip berbasis 3 nanometer itu memiliki 19 miliar transistor, setara kepadatan chip A18 milik Apple, bahkan unggul di sejumlah benchmark.

Meski demikian, ekspansi agresif ini tidak tanpa risiko. Xiaomi berencana menaikkan total belanja riset dan pengembangan hingga 200 miliar yuan dalam lima tahun ke depan, hampir dua kali lipat dari periode sebelumnya.

Para analis menilai langkah besar Xiaomi di AI, kendaraan listrik, dan chip merupakan strategi jangka panjang yang diperlukan untuk bertahan di industri teknologi.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |