Pramono Mau Pasar Jakarta Selevel Tokyo-Bangkok, Bikin Pejabat Berdatangan

3 hours ago 6

Jakarta -

Gubernur Jakarta Pramono Anung ingin pasar-pasar di Ibu Kota naik kelas. Ia berharap pasar tak lagi sekadar menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang sosial, budaya, hingga destinasi wisata yang nyaman bagi semua kalangan, termasuk pejabat negara.

Hal itu disampaikan Pramono dalam sambutannya di FGD Transforming Jakarta's Markets: Leveraging Pasar as Urban Catalysts for Inclusive and Sustainable City Development di Balai Kota Jakarta, Senin (23/2/2026). Pramono mencontohkan pasar di Jepang hingga Bangkok yang menjadi ikon kota dan tujuan wisatawan.

Ia menyebut wisatawan ke Tokyo pasti menyempatkan diri datang ke Tsukiji Market. Begitu pula saat ke Kyoto, wisatawan akan berkunjung ke Nishiki Market, sementara di Bangkok memiliki Chatuchak Market.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita datang ke Tsukiji Market, mau latar belakangnya menteri, presiden, perdana menteri, gubernur, orang bisa enjoy menikmati. Duduk-duduk sambil makan sushi, sashimi, ngopi. Itulah yang belum ada di kita," kata Pramono.

Padahal, menurut dia, sejumlah pasar di Jakarta memiliki kualitas yang tak kalah. Ia mencontohkan Pasar Santa hingga kawasan Pecinan Glodok yang dinilainya punya potensi besar.

"Saya berharap suatu hari ada gubernur Tokyo kemudian makan di situ, ada menterinya, ada parlemennya. Artinya sudah pada level itu," ujarnya.

Pramono menyebut Jakarta memiliki 153 pasar dengan total transaksi mencapai lebih dari Rp 150 triliun per tahun serta sekitar 286 ribu UMKM. Ia menilai kekuatan ini harus dikelola lebih terintegrasi dan berstandar internasional.

Ia juga menyinggung pengalaman Pemprov DKI menggelar lomba digitalisasi pembayaran QRIS di 20 pasar. Hasilnya, transaksi meningkat hampir 47 persen dalam dua pekan.

"Artinya masyarakat kita cepat beradaptasi. Tinggal bagaimana kita desain pasarnya lebih nyaman, lebih bersih, lebih tertib," ucapnya.

Menurut Pramono, pembenahan pasar tak hanya soal fisik, tetapi juga akses transportasi dan ekosistem. Ia mencontohkan rencana integrasi dengan MRT yang diyakini bisa menghidupkan kembali Pasar Baru dan Glodok jika akses semakin mudah.

"Kalau infrastrukturnya siap, aksesnya baik, aman, tidak ada premanisme parkir, maka pasar itu bisa menjadi katalis pembangunan," tuturnya.

Pramono menegaskan, ke depan pasar harus menjadi ruang publik yang membuat orang ingin datang kembali. Bukan hanya untuk belanja, tetapi juga untuk bersosialisasi, berwisata, hingga menikmati suasana kota.

"Pasar itu harus naik kelas. Bukan hanya tempat beli dan jual, tapi tempat yang membuat siapa pun, termasuk pejabat negara, nyaman untuk datang dan makan di sana," tuturnya.

(bel/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |