Pramono Bakal Ambil Langkah Tegas soal Lapangan Padel Bising Pekan Depan

2 hours ago 2
Jakarta -

Warga di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas sebuah lapangan padel di kawasan itu. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta lapangan tersebut diawasi dan akan diambil langkah tegas.

"Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini," ujar Pramono kepada wartawan di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan pada pekan depan, akan diputuskan terkait nasib lapangan padel. Dia mengatakan lapangan itu tidak disetujui warga juga tak memiliki izin lengkap.

"Besok hari Senin atau Selasa kami akan segera memutuskan bagi lapangan padel yang mengganggu ketertiban umum. Dan kemudian tidak mendapatkan persetujuan warga setempat dan kemudian juga izinnya tidak lengkap. Maka pemerintah DKI Jakarta akan mengambil langkah tegas," katanya.

Keluhan Warga

Seorang warga sekitar lapangan padel bernama Naufal (27) mengeluhkan kebisingan tersebut. Naufla mengatakan keluarganya sudah berkali-kali melaporkan keluhan itu lewat aplikasi JAKI.

"Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu. Ya sudah, jadi karena banyaknya laporan-laporan yang sudah kita lakuin, dan sudah sempat ketemu juga sama pihak pengelola tanggal 31 Januari, tapi hasil mediasinya tidak membuahkan hasil lagi gitu," kata Naufal saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/2).

Naufal menjelaskan, kebisingan dari lapangan padel itu disebabkan saat pembangunan, hingga saat ini bising karena suara-suara yang sedang bermain. Menurut dia, suara bising itu kerap terdengar mulai pagi hingga larut malam.

"Itu ada teriak-teriak, ada suara bola sih terutama, dan teriak-teriakannya ini dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Tapi perlu dicatat kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main," ungkapnya.

Naufal mengatakan, di lingkungannya, ada tiga rumah diantaranya diisi oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun. Kemudian, ada juga tetangganya yang baru saja melahirkan anak.

"Iya, semuanya yang tinggal di sini ngeluh. Nggak fokus salat, nggak fokus siap-siap, mau mandi saja nggak fokus lah gitu. Mau siap-siap ke kantor nggak fokus, mau ngumpulin energi buat besoknya mau kerja juga nggak fokus. Sama stres, jadi gampang marah juga," imbuh dia.

Bahkan, menurut Naufal, ibundanya mengalami kenaikan tensi. Katanya, hal itu baru terjadi belakangan ini. "Terutama ibu saya langsung kelihatan tensinya 200, itu kan nyata ya. Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200," katanya.

Pengelola Lapangan Padel Buka Suara

Pengelola angkat bicara usai heboh kritikan soal kebisingan di media sosial. Pengelola juga berjanji akan memasang peredam suara untuk selanjutnya

Perwakilan PT Kreasi Arena Indonesia, Fourthwall, Fajar Ediputra mengatakan jam operasional selama puasa mulai buka dari 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, yang sebelumnya dimulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.

"Kami membatasi jam operasional kami di bulan puasa ini menjadi kurang lebih memulai pembatasan operasional sampai 50 persen. Ini tujuannya juga kami lebih menghargai tetangga kami," kata Fajar kepada wartawan, Kamis (19/2/2026).

Selain itu, pengelola juga menjanjikan untuk memasang peredam suara untuk menindak lanjuti keluhan. Mereka meminta waktu untuk pemasangan fasilitas tersebut.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," jelasnya.

(dvp/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |