Prabowo Tegaskan Berantas Korupsi Tak Pandang Bulu: Pak Dadan Timses Saya

4 days ago 4
Jakarta -

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Ia mengungkit eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang dulu merupakan tim suksesnya, tetapi tetap ia serahkan kasusnya kepada kejaksaan.

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat (jadi) Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," kata Prabowo dalam wawancara program Prabowo Menjawab, berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo juga mengungkit penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh. Meski dimiliki oleh Pontjo Sutowo, yang merupakan kawannya, hukum tetap dijalankan dengan tegas.

"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan berapa banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," ucapnya.

Begitu pula saat Prabowo diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019. Ia melarang orang-orang dekatnya berbisnis dengan Kementerian Pertahanan demi menghindari konflik kepentingan.

"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," katanya.

Hal yang sama dilakukan Prabowo saat menjabat presiden. Dia memberi peringatan kepada seluruh kader Gerindra bahwa ia tidak akan memberikan perlakuan khusus.

"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, Saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," kata Prabowo.

Bagi Prabowo, kepentingan rakyat berada di atas segala hal. "Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," tegasnya.

(fca/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |