Prabowo Bahas Palestina dengan 40 Tokoh Agama, Ini Hasilnya

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Sugiono membeberkan hasil pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dengan 40 tokoh organisasi Islam yang diundang ke Istana Negara, Selasa (3/2/2026). Pertemuan itu membahas upaya perdamaian di Palestina.

"Mengenai perkembangan beberapa hal belakangan ini khususnya hal-hal yang terkait dengan upaya-upaya Indonesia dalam rangka ikut serta ambil bagian dalam upaya perdamaian di Palestina," kata Sugiono, usai pertemuan.

Sugiono juga menjabarkan Presiden menjelaskan mengenai situasi geopolitik terkini, kondisi ekonomi dunia dan keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Dalam dialog yang berlangsung dari pukul 14.00 - 18.00 WIB itu, Sugiono juga menjabarkan bahwa ada sejumlah kekhawatiran dari sejumlah pihak mengenai keanggotaan Indonesia dalam BoP.

Namun dia menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya di Gaza, Palestina. Selain itu juga hal itu menjadi upaya untuk menciptakan solusi dua negara atau Two State Solution.

"Kompas ataupun arah daripada upaya-upaya ini adalah untuk tercapainya solusi dua negara, dan itu sudah jelas kemudian disampaikan juga mengenai keterlibatan Indonesia pada saat nanti mengirimkan pasukan ke Gaza, apa yang harus dilakukan, apa yang tidak harus dilakukan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sugiono juga mengecam serangan yang masih dilakukan oleh pihak Israel ke Gaza.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, pada pertemuan itu para tokoh agama mendapatkan penjelasan langsung dari persiden terkait pertimbanga-pertimbangan realistis yang harus dibuat untuk perjuangan kemerdekaan Palestina. Termasuk dengan keputusan Indonesia untuk bergabung BoP yang menjadi inisiasi dari Presiden AS Donald Trump.

"Sehingga hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya menjadi motivasi mereka berpartisipasi dalam dewan itu, untuk membela dan membantu Palestina," kata Gus Yahya.

Gus Yahya, menyampaikan pesan presiden bahwa semua yang dilakukan oleh pemerintah juga sudah melalui kewaspadaan dan berdasar pada prinsip membela Palestina.

Terkait dengan posisi organisasi Islam yang hadir, Gus Yahya menjelaskan saat ini mendukung apa yang sudah menjadi keputusan dari pemerintah. Termasuk bergabungnya Indonesia dalam BoP.

"Dan tadi presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada presiden," katanya.

Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf juga mengatakan bahwa presiden menjelaskan pilihan-pilihan strategis bagaimana Indonesia harus berkontribusi dalam masalah kemanusiaan di Gaza. Termasuk bergabung dalam BoP.

"Jadi ini masalah kemanusiaan dan bisa berkontribusi mencegah adanya korban yang lebih banyak dan berharap ini ya, tidak hanya sendiri toh, dengan 8 negar alain juga mayoritas muslim bisa menjaga," kata Gus Ipul secara terpisah.

Buka Peluang untuk keluar BoP

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyampaikan bahwa dalam diskusi itu dibahas juga mengenai peluang Indonesia mundur dari BoP. Meski dari penjelasan presiden, menginginkan perbaikan yang dapat dilakukan dari dalam.

"Nah beliau memberi respons, kami masuk di BoP itu bisa tidak ikut, ketika itu tidak sesuai dengan pendapat kita. Kedua kalau memang tidak bisa melakukan perubahan, beliau siap keluar dari BoP. itu yang saya tangkap begitu," kata Cholil.

Dalam kesempatan terpisah, Sugiono juga membenarkan bahwa masih ada kemungkinan Indonesia untuk keluar dari BoP, jika memang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat. Selain itu jika tidak sesuai dengan trajektori dari keinginan yang ingin dicapai, yaitu kemerdekaan Palestina.

"Ya Kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," kata Sugiono.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |