Perang Saudara Menggila, Ratusan Orang Tewas dalam 2 Hari

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan keamanan Pakistan melancarkan operasi besar-besaran selama 48 jam di Provinsi Balochistan yang berujung pada tewasnya 177 milisi separatis. Operasi ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir, menyusul gelombang serangan terkoordinasi yang menewaskan puluhan warga sipil.

Pejabat keamanan Pakistan menyebut, puluhan milisi kembali ditembak mati dalam penggerebekan semalam di sejumlah wilayah barat daya Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan. Dengan tambahan tersebut, total militan yang tewas dalam dua hari terakhir mencapai 177 orang.

Operasi ini digelar setelah hampir 200 militan dari kelompok Tentara Pembebasan Baloch (Baloch Liberation Army/BLA) melakukan serangan serentak sejak Sabtu. Serangan meliputi bom bunuh diri dan tembakan ke kantor polisi, fasilitas keamanan, serta rumah warga sipil di berbagai distrik Balochistan.

Gelombang kekerasan tersebut menewaskan sedikitnya 50 orang, mayoritas warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

"Skala kematian militan dalam 48 jam terakhir ini adalah yang tertinggi dalam beberapa dekade," kata sejumlah analis keamanan Pakistan, seperti dikutip The Associated Press, Selasa (3/2/2026).

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Mohammad Asif mengatakan serangan yang diklaim BLA menewaskan 33 warga sipil dan 17 anggota pasukan keamanan. Data tersebut disampaikannya dalam pidato di parlemen pada Senin.

"Asesmen kami jelas. Tidak akan ada pembicaraan dengan teroris yang membunuh warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak," ujar Asif, menegaskan pemerintah menutup kemungkinan dialog dengan BLA.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi memuji keberhasilan aparat keamanan yang kembali menewaskan 22 militan tambahan dalam operasi lanjutan.

"Pasukan keamanan telah menunjukkan profesionalisme dan ketegasan dalam menghadapi terorisme," kata Naqvi dalam pernyataan resmi. Ia juga menuding kelompok tersebut sebagai "teroris yang didukung India", meski tidak menyertakan bukti. Pemerintah India hingga kini belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

Balochistan merupakan provinsi terbesar di Pakistan, namun memiliki populasi paling sedikit dan didominasi wilayah pegunungan. Wilayah ini menjadi pusat komunitas etnis Baloch yang selama bertahun-tahun menuding pemerintah pusat melakukan diskriminasi dan eksploitasi sumber daya alam, sehingga memicu pemberontakan separatis bersenjata. Selain itu, kelompok militan Islam juga aktif di kawasan tersebut.

Pihak berwenang menyatakan situasi keamanan di sebagian besar wilayah Balochistan mulai berangsur normal. Namun, layanan kereta api dari dan menuju provinsi itu masih ditangguhkan untuk hari ketiga berturut-turut karena alasan keamanan.

Sebelumnya, pada Maret lalu, militan BLA menyerang kereta ekspres Jaffar yang membawa ratusan penumpang. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 31 orang sebelum pasukan keamanan melancarkan operasi penyelamatan. Seluruh 33 penyerang tewas, dan para penumpang berhasil dibebaskan.

BLA yang telah dilarang di Pakistan dikenal kerap menargetkan aparat keamanan, proyek infrastruktur, serta kepentingan China. Pemerintah Pakistan juga menuding kelompok ini memiliki keterkaitan dengan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) yang bersekutu dengan Taliban Afghanistan.

(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |