Polisi Gerebek Sekolah Ilegal, Jadi "Hot Spot" Israel di Tetangga RI

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Aparat keamanan Thailand melakukan penggerebekan dramatis terhadap sebuah sekolah yang dioperasikan secara ilegal oleh warga negara Thailand dan Iran di Koh Phangan. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan puluhan anak-anak berkebangsaan Israel yang ditampung di fasilitas yang melanggar aturan perizinan tersebut.

Mengutip laporan Bangkok Post, penggerebekan terjadi di Arki Kid School yang berlokasi di desa Moo 3, sebuah pulau wisata populer, pada Jumat (1/5/2026) pukul 12.30 waktu setempat. Komando Operasi Keamanan Internal (Isoc) mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sebenarnya hanya mengantongi izin sebagai pusat penitipan anak untuk 18 anak berusia dua hingga lima tahun.

Namun, kenyataan di lapangan sangat mengejutkan karena petugas justru menemukan 89 anak Israel dengan rentang usia mulai dari 2 hingga 12 tahun. Selain itu, sekolah ini juga mempekerjakan 40 pekerja asal Myanmar serta 12 karyawan dari berbagai kewarganegaraan lainnya.

Aparat langsung menahan pasangan suami istri asal Iran, Aidin Kishipoor dan Ndin Kishipoor yang berusia 45 tahun, serta seorang wanita Thailand bernama Prathumthip Yu-in berusia 61 tahun. Mereka dijerat pasal berlapis, mulai dari mengoperasikan sekolah swasta nonformal secara ilegal, mempekerjakan orang asing tanpa izin, hingga pelanggaran undang-undang perlindungan anak.

Berdasarkan penelusuran pada situs web resminya, Arki Kid School diketahui memungut biaya sekolah yang cukup fantastis, yakni sebesar 64.000 Baht (Rp34,4 juta) per anak untuk setiap semesternya. Namun, pihak sekolah bersikap samar mengenai apakah kurikulum yang mereka gunakan diakui secara resmi oleh pemerintah atau tidak.

Pihak pengelola dalam situs web mereka memberikan penjelasan mengenai metode pengajaran yang diterapkan di sekolah tersebut. Mereka mengklaim bahwa standar yang digunakan tetap mengacu pada kualitas internasional meskipun tidak mengikuti kurikulum eksternal tertentu.

"Meskipun kami tidak mematuhi kurikulum eksternal secara ketat, kami menyelaraskan pendekatan kami dengan standar pendidikan internasional untuk memastikan bahwa siswa kami memperoleh pengetahuan dasar yang sama dengan rekan-rekan mereka di sekolah internasional lainnya," tulis pernyataan dalam situs web tersebut.

Selain pengelola, petugas juga menindak para pekerja asing di sana. Tiga warga Afrika Selatan dan seorang warga Amerika Serikat didakwa bekerja tanpa izin, sementara seorang wanita Prancis dan wanita Afrika Selatan lainnya diproses hukum karena gagal melaporkan majikan serta jenis pekerjaan mereka meskipun memiliki izin kerja.

Pihak Isoc menegaskan bahwa tindakan hukum tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan masyarakat. Isu mengenai orang asing yang menjalankan bisnis secara ilegal dianggap dapat mengancam stabilitas keamanan nasional.

Isoc menyatakan bahwa operasi ini merupakan bentuk respons terhadap laporan adanya aktivitas mencurigakan dari pebisnis asing. Mereka menekankan pentingnya pengawasan terhadap usaha-usaha yang berpotensi melanggar hukum negara.

"Tindakan hukum diambil sebagai tanggapan atas keluhan tentang warga asing yang menjalankan bisnis yang dapat mengancam keamanan nasional," tegas pihak Isoc dalam keterangannya.

Koh Phangan sendiri kini telah bertransformasi menjadi destinasi yang sangat populer bagi warga Israel, di mana sekitar 2.500 di antaranya diperkirakan telah menetap di sana. Hal ini memicu ketegangan serta keluhan terkait akuisisi properti dan pengoperasian bisnis yang dianggap tidak mematuhi hukum yang berlaku di Thailand.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |