Jakarta, CNBC Indonesia - Tingkat pengangguran di negara paling bahagia dunia, Finlandia, kini rekor. Bahkan merujuk data baru OECD, Helsinki mencatat kenaikan pengangguran hingga 10,7% per April 2026.
Fakta tersebut menempatkan Finlandia sebagai salah satu negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di antara negara maju anggota OECD, bersama Spanyol, dengan tingkat pengangguran dua digit. Hal itu jauh di atas rata-rata stabil OECD 5%.
Menurut kelompok itu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Finlandia belum sepenuhnya pulih. Meski beberapa negara Eropa lainnya mulai menunjukkan stabilisasi.
"Pelemahan ekonomi Finlandia turut menekan penciptaan lapangan kerja," kata OECD dalam laporannya dikutip Jumat (19/6/2026).
"Pertumbuhan ekonomi yang lemah, tekanan biaya energi, serta melemahnya konsumsi rumah tangga membuat pasar tenaga kerja sulit membaik," tambahnya.
Dalam proyeksi ekonomi terbaru, Finlandia diperkirakan hanya tumbuh sekitar 0,8% pada 2026. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan masih akan bertahan di atas 10% dalam jangka pendek.
Sementara itu, buruknya angka pengangguran Finlandia sudah terlihat sejak Januari. Eurostat menyebut, situasi suran ini menandai tingkat pengangguran tertinggi Finlandia sejak pasca krisis keuangan global pada tahun 2009, dan mencerminkan kondisi ekonomi Finlandia yang buruk dibandingkan dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya.
"Sebagai perbandingan, tingkat pengangguran di Belanda pada bulan November hanya 4%, sedangkan rata-rata Uni Eropa adalah 6%," muat yle Januari.
"Tren jangka panjang juga menunjukkan bahwa negara-negara di bagian selatan Eropa yang secara tradisional memiliki tingkat pengangguran yang tinggi-seperti Spanyol dan Yunani-telah secara signifikan memperbaiki situasi mereka selama dekade terakhir," tambahnya.
"Pada saat yang sama, tren Finlandia-dan juga Swedia-telah bergerak ke arah yang berlawanan," katanya.
(sef/sef)
Addsource on Google

















































