Penampakan Bangkai Taksi Tertemper yang Jadi Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi

1 week ago 5

Bekasi -

Kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang menewaskan 14 orang diduga awalnya dipicu tertempernya taksi Green SM. Begini penampakan bangkai taksi tersebut.

Pantauan detikcom di pelintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026), terlihat bangkai taksi berkode CT11271 tersebut berada di tepi rel. Taksi berwarna hijau toska itu ringsek parah.

Pintu depan sebelah kiri taksi penyok. Spionnya tampak tergantung dengan bagian kaca yang sebagian besarnya sudah pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bangkai taksi yang tertemper dekat Stasiun Bekasi Timur. (Isal/detikcom)Bangkai taksi yang tertemper dekat Stasiun Bekasi Timur. (Isal/detikcom)

Sementara itu, kaca bagian depan taksi ada sedikit bagian yang retak. Beberapa orang melihat-lihat bangkai taksi tersebut. Tak sedikit yang melihat-lihat bagian dalam taksi.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara. Kemenhub buka peluang mengevaluasi operasional taksi Green SM.

"Setiap terjadi kecelakaan pasti akan kami lakukan evaluasi sehingga harapannya kita belajar dari apa yang terjadi kita perbaiki ke depannya," ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi, Selasa (28/4/2026). Dudy menjawab pertanyaan soal ada tidaknya evaluasi taksi Green SM.

Kemenhub juga bakal mengevaluasi terkait kebutuhan double-double track di Stasiun Bekasi Timur. Diketahui saat ini, KA jarak jauh dan KRL melintas di jalur yang sama di Stasiun Bekasi Timur.

"Tentunya sebagai bagian evaluasi kami, double-double track itu ya (masuk evaluasi), termasuk juga elektrifikasi," sambungnya. Ia menjawab pertanyaan soal urgensi adanya double-double track di Stasiun Bekasi Timur.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (27/4) malam. Total korban tewas akibat kecelakaan itu berjumlah 14 orang. Selain itu, ada 84 orang yang terluka.

Kecelakaan terjadi saat KRL yang ditabrak sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang robek ditembus oleh KA Argo Bromo.

Proses evakuasi korban kecelakaan kereta telah selesai. Seluruh korban yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan.

"100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan," kata Kabasarnas Mayjen TNI M Syafii.

Dia menjelaskan proses evakuasi selesai pada pukul 08.00 WIB tadi. Seluruh tim SAR juga telah dipulangkan.

Syafii menyatakan jika nantinya ada potongan tubuh korban yang ditemukan saat proses pembersihan bangkai kereta, pihaknya akan melakukan tindakan sesuai prosedur.

Saksikan Live DetikSore:

Lihat Video 'Basarnas soal Korban Tabrakan Kereta: 100% yang Kita Evakuasi Perempuan':

(isa/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |