Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta meningkatkan teknologi pengendalian lingkungan di Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan dengan memasang sejumlah alat. Sejumlah alat penetral bau ditambah usai warga sekitar RDF Rorotan di Jakarta Utara (Jakut) protes polusi bau.
"Peningkatan teknologi ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi dampak lingkungan, khususnya terkait bau dan emisi udara," kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto, dilansir Antara, Minggu (1/2/2026).
RDF Rorotan meningkatkan sistem perangkat pengendali polusi udara (air pollution control devices/APCD) sebagai komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RDF Rorotan saat ini telah terpasang 4 unit alat penetral bau tak sedap (deodorizer), meningkat dari sebelumnya 3 unit, yang bekerja menekan bau dari sumber proses, sebelum berpotensi menyebar ke lingkungan sekitar. Selain mesin deodorizer, fasilitas RDF Rorotan juga dilengkapi dengan sistem pengendalian emisi yang komprehensif dan berlapis.
Berbagai perangkat tersebut, kata Asep, antara lain alat pemisah partikel padat (cyclone), sistem pengepul debu industri (baghouse filter) dan alat pengendali polusi udara yang menggunakan cairan (wet scrubber) masing-masing sebanyak enam unit.
Asep mengatakan sistem ini diperkuat dengan 2 unit wet scrubber tahap kedua, 2 unit pengendali pencemaran udara (wet electrostatic precipitator), 2 unit filter karbon aktif, 8 unit kipas mekanis industri (induced draft fan), serta 2 unit cerobong yang dirancang untuk pelepasan emisi secara aman dan terkendali.
Menurut Asep, seluruh rangkaian teknologi tersebut dirancang untuk memastikan proses operasional RDF Rorotan memenuhi standar teknis dan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku.
"Peningkatan teknologi pengendalian emisi, bau dan kualitas pengoperasian RDF Plant Rorotan juga berada di bawah supervisi ahli pencemaran udara dari Institut Teknologi Bandung (ITB)," katanya.
DLH Jakarta ingin memastikan seluruh sistem pengendalian berjalan optimal dan sesuai kaidah ilmiah. Asep menegaskan, Pemprov Jakarta berkomitmen menjalankan pengelolaan sampah berbasis teknologi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar fasilitas.
"Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman dan bertanggung jawab," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya meminta agar kegiatan operasional fasilitas RDF Rorotan dihentikan sementara lagi. Hal itu menyusul protes warga terkait bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan dan pengangkutan sampah.
"Dan mudah-mudahan, untuk sementara ini, saya minta untuk disetop. Mudah-mudahan ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini," kata Pramono di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Jumat (30/1).
(rfs/imk)

















































