Pemkab Lebak Bakal Perbaiki Jalan Rusak Menuju Kawasan Adat Baduy

4 hours ago 1

Lebak -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan bakal memperbaiki jalan menuju kawasan Adat Baduy, Banten, yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Pemkab memastikan akan ada anggaran perubahan dan perbaikan mulai dikerjakan Oktober 2026.

"Ada penanganan di anggaran perubahan, kemungkinan Oktober," kata Kabid Bina Marga DPUPR Lebak, Hamdan Soleh, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Hamdan mengatakan penanganan akan dilakukan di ruas Aweh-Cikapek sepanjang 2,5 kilometer. Perbaikan diprioritaskan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rencana penanganan 2,5 kilometer di spot-spot yang rusak," katanya.

Menurut Hamdan, kerusakan jalan tersebut salah satunya disebabkan aktivitas kendaraan besar pengangkut pasir dari kegiatan pertambangan. Meski aktivitas tambang kini sudah tidak berjalan, dampaknya masih terlihat pada kondisi jalan.

"Di awal-awal ada tambang, efek dari tambang yang ada di situ awalnya, sekarang jalan rusak, tambangnya sudah nggak aktif, tapi meninggalkan kerusakan jalan," katanya.

Sementara itu, perbaikan ruas Leuwidamar-Pasirkupa saat ini sudah berjalan. Namun proses pengecoran sempat terkendala pasokan beton dari batching plant.

"Lewidamar-Pasirkupa lagi ada penanganan 2,5 kilometer itu sudah berjalan, cuma beberapa hari ini belum ada pengecoran lagi, tersendat di batching plant," pungkasnya.

Diketahui, jalan menuju kawasan adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, rusak parah. Seorang warga berharap jalan itu segera diperbaiki.

"Jalan rusak ini membuat tidak nyaman saat dilintasi," kata pengendara bernama Budi di Lebak, Kamis (27/8/2026).

Kerusakan terjadi di ruas jalan alternatif dan jalan utama untuk menuju ke permukiman adat Baduy. Tampak jalanan berlubang dan bergelombang di sejumlah titik.

"Kerusakan terjadi di ruas Jalan Raya Aweh-Gununganten-Cikapek yang menjadi salah satu akses menuju kawasan Baduy," katanya.

Tokoh Adat Baduy Minta Perbaikan

Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah Masyarakat Adat Baduy, Oom, menyebut jalan yang rusak mempersulit mobilitas warga. Menurutnya, para pengunjung yang Saba Budaya Baduy mengeluhkan kondisi tersebut.

"Pengunjung banyak yang menanyakan, katanya jalan menuju Baduy cukup lumayan rusak. Mau lewat Kalang Anyar atau Aweh, katanya sama-sama ada yang rusak," katanya.

Dia berharap jalan yang rusak segera diperbaiki. Dia juga berharap fasilitas di Terminal Ciboleger, yang merupakan salah satu akses wisatawan ke kawasan Baduy, diperbaiki.

"Jadi kami mendukung dan mendorong agar pembangunan akses menuju Saba Baduy dipercepat. Terminal ini kecil, nggak bisa muat banyak kendaraan. Mereka yang hendak ke Baduy pada balik lagi karena parkiran penuh," ucapnya.

Tonton juga video "Respons Menkes soal Warga Baduy Korban Begal Sempat Ditolak Rumah Sakit"

(eva/eva)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |