Niat Prabowo Jadi Mediator ke Teheran Disambut Kedubes Iran

2 hours ago 1
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto berniat menjadi mediator terkait eskalasi yang terjadi di Timur Tengah, khusunya antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Hal ini mendapatkan sambutan dari Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia (Kedubes Iran).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak terhadap eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Kemlu menyatakan Indonesia sangat menyesalkan situasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," bunyi keterangan akun X Kemlu RI, Sabtu (28/2/2026).

"Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi," sambungnya.

Kemlu menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas setiap negara. Selain itu, pentingnya menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," ujarnya.

Kata Kedubes Iran

Kedubes Iran mengapresiasi kesiapan Prabowo memediasi konflik tersebut. Kedubes Iran menegaskan pentingnya posisi sikap dari pemerintah Indonesia.

"Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini," kata Kedubes Iran di Jakarta, Minggu (1/3)

Kedubes Iran mengingatkan pentingnya posisi sikap dari para pejabat Indonesia dalam konflik ini.

"Menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel," tegasnya.

(isa/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |