Muktamar Ke-35 NU Pakai Sistem Berbasis Chip dan AI Garapan Para Santri

3 hours ago 1

Jakarta -

Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, menghadirkan terobosan dalam pengelolaan peserta. Pertama kalinya, panitia menyiapkan sistem berbasis chip dan artificial intelligence (AI) yang dirancang dan dikembangkan oleh para santri.

Pengembangan sistem tersebut dipimpin oleh Gus Robin. Dalam prosesnya, ia didampingi tim santri yang terlibat dalam persiapan teknologi Muktamar ke-35 NU.

Ketua Panitia Muktamar sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya panitia membuat penyelenggaraan muktamar lebih tertib, akurat, dan terukur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem tersebut memungkinkan panitia memastikan identitas dan status kepesertaan setiap peserta muktamar. Selain itu, keberadaan peserta selama pelaksanaan muktamar dapat terdeteksi, termasuk lokasi serta forum atau persidangan yang sedang diikuti.

Penerapan teknologi tersebut tidak hanya terbatas pada proses registrasi. Sistem ini juga dirancang untuk mendukung tata kelola peserta selama keseluruhan rangkaian muktamar.

"Datanya sudah ada, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus yang menjadi peserta juga semuanya sudah tertera dengan jelas. Dengan begitu diharapkan tidak ada peserta susupan, tidak ada peserta pengganti. Semuanya adalah peserta yang benar-benar memenuhi syarat," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gus Ipul, penggunaan teknologi membuat pelayanan peserta menjadi semakin presisi. Saat registrasi, peserta akan melewati proses verifikasi sebelum diarahkan sesuai wilayah dan cabang masing-masing.

"Insyaallah kalau semua disiplin dan tertib, tidak akan ada antrean. Nyaman dan juga presisi karena semuanya sudah sesuai dengan data," ujar Gus Ipul.

Empat Pilar Kesiapan Muktamar

Dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, panitia menyiapkan setidaknya empat aspek utama.

Pertama, kesiapan fisik lokasi muktamar, mulai arena pembukaan, tempat persidangan, registrasi, akomodasi hingga berbagai fasilitas pendukung.

Kedua, logistik muktamar, yang meliputi kebutuhan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Ketiga, tata kelola muktamar, termasuk registrasi, pembagian peserta, persidangan, serta pengaturan berbagai kegiatan selama muktamar berlangsung.

Keempat, sumber daya manusia dan sistem teknologi, dengan dukungan sistem berbasis chip dan AI yang seluruh pengembangannya melibatkan para santri di bawah koordinasi Gus Robin.

Penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU disiapkan melalui kombinasi kesiapan fisik, logistik, tata kelola, dan teknologi secara matang. Hal ini diharapkan dapat menciptakan acara yang tertib dan nyaman bagi seluruh peserta.

Gus Ipul menyampaikan perkembangan terbaru terkait persiapan acara. Ia mengatakan seluruh perangkat utama penyelenggaraan kini telah memasuki tahap final.

"Akomodasi peserta sudah siap, tempat-tempat sidang sudah siap, berbagai fasilitas yang dibutuhkan muktamar juga semuanya telah siap," kata Gus Ipul.

Muktamar ke-35 ini menjadi muktamar pertama NU pada abad kedua. Selain itu, gelaran ini juga menjadi momen kembalinya forum tertinggi organisasi ke Jombang, tanah kelahiran para pendiri NU.

"Inilah awal abad kedua Nahdlatul Ulama. Muktamar kembali ke pangkuan muassis, kembali ke pangkuan para pendiri Nahdlatul Ulama," pungkas Gus Ipul.

Simak juga Video: Cak Imin-Nusron Wahid Bicara soal Konsolidasi Jelang Muktamar NU

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |